Kerabat Wayan Candra Gugat Kejaksaan Negeri Klungkung Terkait Aset Sitaan

Dua kerabat Wayan Candra justru menggugat Kejaksaan Negeri Klungkung terkait aset yang telah disita

Kerabat Wayan Candra Gugat Kejaksaan Negeri Klungkung Terkait Aset Sitaan
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kajari Klungkung Otto Sompotan didampingi Kasi Intel Kejari I Gusti Ngurah Anom Sukawinata dan Kasi Datun Cokorda Gd Agung Indrasunu saat ditemui di Kantor Kejari Klungkung, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suasana kediaman megah Puri Cempaka di seputaran Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Wilayah Desa Gunaksa, tampak lenggang, Rabu (10/4/2019).

Setelah menjadi aset sitaan negara dalam perkara korupsi pengadaan lahan Pelabuhan Gunaksa, tidak seorangpun tampak menghuni kediaman mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra.

Namun saat akan dilakukan eksekusi terhadap aset sitaan negara itu, dua kerabat Wayan Candra justru menggugat Kejaksaan Negeri Klungkung.

Dua kerabat Wayan Candra mengklaim beberapa aset yang telah disita Kejari Klungkung merupakan milik mereka.

Padahal sudah ada keputusan tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung, jika aset dari Wayan Candra itu merupakan rampasan negara.

"Kami memang benar menerima gugatan dari dua orang, terkait aset yang kami sita dari terpidana kasus korupsi pengadaan lahan di Pelabuhan Gunaksa, I Wayan Caandra. Mereka mengklaim aset tanah dan bangunan yang kami sita berdasarkan keputusan pengadilan itu adalah hak mereka," ujar Kajari Klungkung Otto Sompotan, Rabu (10/4/2019).

Baca: Tak Ada Pemeriksaan, Sumardika Ungkap Sudikerta Bahas Ini Saat Bertemu Dua Tersangka Lain

Baca: Tangis Audrey Pecah Dapat Penguatan dari Sosok Fenomenal ini, Nggak Peduli pada 12 ABG Itu!

Ia menjelaskan, dua orang yang menguggat Kejaksaan Negeri Klungkung tersebut bernama I Nengah Nata Wisnaya dan Ketut Rugeg.

Keduanya berasal dari Dusun Cempaka, Desa Pikat.

Keduanya juga diketahui sebagai kerabat dari terpidana kasus korupsi pengadaan lahan Pelabuhan Gunaksa, I Wayan Chandra.

"Mereka (penggugat) mau mengambil kembali aset yang sudah kami sita menjadi aset negara. Dalih mereka, aset itu atas nama mereka. Padahal kasus ini kan sudah inkracht, atau sudah ada kekuatan hukum tetap. Sudah ada putusan dari Mahkamah Agung, dan status aset ini menjadi barang rampasan negara dan sudah siap kami eksekusi (lelang)," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved