Kondisi Warga Banjar Pinge Mulai Membaik Pasca Keracunan Nasi Bungkus

Warga Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tababan, yang sebelumnya mengalami keracunan makanan hingga diare, kini kondisinya sudah mulai membaik

Kondisi Warga Banjar Pinge Mulai Membaik Pasca Keracunan Nasi Bungkus
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kondisi sejumlah warga yang sempat mengalami diare tampak sudah sehat saat ditemui Tribun Bali di salah satu rumah warga di Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Warga Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tababan, yang sebelumnya mengalami keracunan makanan massal hingga diare, kini kondisinya sudah mulai membaik.

Seorang warga, Putu Kristia Adi Ananta Putra (24) yang sebelumnya mengeluh sakit perut, mengaku sudah sehat dan bisa metulungan (membantu) tetangga yang sedang melaksanakan karya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua ST Sanchita Dwipa ini menuturkan, pelaksanaan tangkil ke Pura Ulun Danu Batur dan Besakih memang agenda dari Sekaa Truna (ST) yang kemudian diteruskan ke pihak prajuru banjar dan prajuru pura setempat Pura Natar Jemeng.

Baca: 40 Pamedek Keracunan Nasi Bungkus, Dinkes Tabanan Tetapkan Banjar Pinge KLB

Baca: Penumpang Domestik Bandara Ngurah Rai Turun 8,5 Persen, Kadispar Sebut Dipengaruhi Harga Tiket

Baca: Gubernur Koster Kritik Manajemen RS Bali Mandara, Akan Tes Ulang Sejumlah Pegawai

"Iya kemarin setelah tangkil memang makan nasi bungkus, setelah sempet juga pusing, mual, tapi sekarang kondisinya sudah membaik. Saya juga sudah bisa metulungan ke tetangga sebelah," ucap Putu Kristia saat dijumpai di Banjar Pinge, Rabu (10/4/2019).

Dia melanjutkan, memang dari ratusan krama yang tangkil, ada yang tidak nunas atau makan nasi bungkus yang dipesan di sebuah warung nasi di wilayah Kecamatan Marga.

Menurutnya, mungkin juga dipengaruhi kondisi tubuh masing-masing warga yang berbeda-beda.

Baca: Kini Masyarakat Bisa Mendapatkan Sertifikat Vaksinasi Internasional di RS Bhayangkara Denpasar

Baca: Kisah Aneh & Misteri Rumah Suzanna, Istri Kedua Clift Sangra: Didatangi Bunda Pakai Baju Hijau Jawa

"Ada juga beberapa warga yang membawa nasi bungkus tersebut pulang ke rumah, dan ketika diberikan kepada salah satu keluarganya ikut mengalami diare," ungkapnya.

Ia menegaskan tak menuduh penjual nasi bungkus menjadi penyebabnya, ia justru menduga karena nasi bungkus tersebut diletakkan dalam bagasi bus selama beberapa jam.

"Mungkin karena itu (disimpan di bagasi bus) dengan waktu lama karena panas juga sehingga ada bakteri," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved