Kuasai 63,58 Gram Sabu dan 94 Butir Ekstasi, Putu Adi Terancam Hukuman Seumur Hidup atau Mati

Terdakwa I Putu Adi yang didampingi pengacara dari pos bantuan hukum (Posbakum) Peradi Denpasar, hanya terdiam mendengarnya.

Kuasai 63,58 Gram Sabu dan 94 Butir Ekstasi, Putu Adi Terancam Hukuman Seumur Hidup atau Mati
Tribun Bali/Putu Candra
Dengarkan kesaksian - I Putu Adi Sastrawan di muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (9/4/2019). Terdakwa diancam hukuman maksimal . 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Putu Adi Sastrawan membenarkan semua keterangan dua saksi dari kepolisian.

Keterangan dua saksi dari kepolisian itu didengarkan di muka persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (9/4).

Terdakwa diancam hukuman maksimal seumur hidup atau mati.

"Saat kami bawa ke rumahnya di Jalan Kerobokan, di dalam kamarnya kami temukan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi,” ujar seorang saksi polisi dari Polda Bali di hadapan mejelis hakim pimpinan I Made Pasek.

Terdakwa I Putu Adi yang didampingi pengacara dari pos bantuan hukum (Posbakum) Peradi Denpasar, hanya terdiam mendengarnya.

Terhadap keterangan para saksi itu, terdakwa tidak membantah atau keberatan.

"Benar apa yang dikatakan saksi? Tanya hakim ketua I Made Pasek. Terdakwa pun mengangguk tanda mengiyakan.

Sementara dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa I Putu Adi dengan dakwaan kesatu Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotik.

Sebagaimana dakwaan, ia terancam hukuman mati atau seumur hidup. Atau minimal pidana penjara 20 tahun.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, Jaksa I Gde Arthana mendakwa I Putu Adi dengan memasang Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Di mana ancaman pidananya 12 tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved