Rasio Kredit Macet Akseleran per Maret 2019 Tercatat 0.3 Persen

Akseleran berhasil melakukan mitigasi risiko dengan mencatat NPL 0,3 persen per Maret 2019

Rasio Kredit Macet Akseleran per Maret 2019 Tercatat 0.3 Persen
Rimba Laut/Head of Public & Government Relations
Akseleran berhasil melakukan mitigasi risiko dengan mencatat NPL 0,3 persen per Maret 2019. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah kenaikan rata-rata rasio kredit macet (non performing loan/NPL) di industri fintech peer-to-peer lending (P2P Lending) yang mencapai 3,18 persen, Akseleran justru berhasil melakukan mitigasi risiko dengan mencatat NPL 0,3 persen per Maret 2019.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Akseleran mampu menjaga rasio pinjaman macet lebih dari 90 hari di tingkat yang rendah, dengan posisi NPL per Maret tahun 2019 ini lebih rendah 0,2 persen dibandingkan periode 31 Desember 2018.

Elquino Simanjuntak, Chief Risk Officer Akseleran dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali mengatakan, pihaknya secara konsisten dan berkesinambungan melakukan mitigasi risiko kredit macet dengan menerapkan analisis, proses seleksi yang ketat, hingga persetujuan pinjaman berdasarkan sistem credit scoring.

Rendahnya rasio NPL Akseleran dibandingkan rata-rata industri yang ada saat ini, katanya, mampu memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pemberi dana pinjaman (lender) Akseleran di seluruh Indonesia.

Baca: Triwulan I 2019 Terjadi 48 Kebakaran di Badung, Didominasi Korsleting Listrik & Gas Bocor

Baca: Kisah Penulis Geguritan dari Bali yang Tak Diperhatikan, Nyoman Suprapta : Saya Mau Umat Tercerahkan

“Kalaupun ada peminjam (borrower) yang terlambat bayar lebih dari 90 hari, tidak banyak, hanya sekitar 2-3 saja dan sudah ada yang diproses secara hukum karena agunannya kami fiduciakan dan fiducia tersebut didaftarkan. Proses penagihan dan penyelesaian NPL terus dilakukan, realisasi janji pembayaran mulai terlihat, dan target untuk menurunkan rasio NPL tetap dijaga selalu berada di level rendah,” ujar Elquino di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, hingga akhir Maret 2019, Akseleran telah menyalurkan total pinjaman lebih dari Rp 360 miliar kepada hampir 700 pinjaman dengan rata-rata pertumbuhan setiap bulannya mencapai 15 persen-20 persen.

Dengan persentase NPL yang tetap terjaga stabil di bawah 1 persen, Elquino menyampaikan, faktor tersebut diyakini dapat mendongkrak pertumbuhan jumlah lender hingga 120 ribu pada akhir tahun 2019.

Baca: Terbukti Edarkan 16 Paket Sabu dan 30 Butir Inek, Febri Pasrah Menerima Divonis 8 Tahun Penjara

Baca: UTBK 2019 Sebentar Lagi, Jangan Lupa Perhatikan Beberapa Hal Ini

“Kami pun optimistis, semakin rendahnya rasio NPL di Akseleran seiring dengan kualitas pinjaman yang kami setujui, dan akan menembus perolehan total penyaluran pinjaman sebesar Rp1,4 triliun secara kumulatif di tahun ini. Dari jumlah itu, kami akan salurkan kepada lebih dari 2 ribu pinjaman,” jelasnya.

Adapun tata cara penagihan, terangnya, selalu dilakukan dengan persuasif, terarah, dan spesifik dengan tidak menggunakan pendekatan represif atau ancaman maupun teror kepada peminjam, oleh karena pinjaman yang diberikan adalah untuk kegiatan usaha produktif dan kaidah penagihan Akseleran sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Yang membedakan Akseleran dengan P2P Lending lainnya adalah di Akseleran lebih dari 99 persen nilai portofolio pinjaman pelaku usahanya beragunan, seperti berupa invoice financing atau SPK atau PO atau inventory dan dinotariskan,” tambah Elquino. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved