Razia Lokasi Prostitusi di Denpasar Ini, 5 Pekerja Seks di Jalan Bung Tomo Diamankan Satpol PP

Lima orang yang disinyalir beroperasi sebagai pekerja seks di Jalan Bung Tomo, Denpasar diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja

Razia Lokasi Prostitusi di Denpasar Ini, 5 Pekerja Seks di Jalan Bung Tomo Diamankan Satpol PP
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas satpol PP Denpasar mendata identitas wanita penghibur di sel sementara kantor Satpol PP, Jalan Kecubung, Denpasar,Selasa (9/4/2019). Sebanyak 5 wanita penghibur terjaring operasi penertiban di kawasan Bung Tomo. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lima orang yang disinyalir beroperasi sebagai pekerja seks di Jalan Bung Tomo, Denpasar diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar.

Sejumlah pekerja seks yang diamankan merupakan pemain lama. Pekerja ini berasal dari beragam kota mulai Blitar, Buleleng, Banyuwangi hingga Lombok.

Razia digelar pada Senin (8/4) malam bersama tim gabungan dengan menyasar sejumlah wilayah yang disinyalir menjadi sarang praktik prostitusi. 

Baca: Berkedok Dagang Kopi Cantik & Bertarif Rp 50 Ribu, 5 PSK di Jalan Bung Tomo Denpasar Diamankan

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dari yang diamankan pihaknya sudah pernah disidang-tipiringkan sebelumnya.

"Jadi dari mereka sudah ada yang pernah kita tipiringkan dan kini terjaring razia lagi," katanya, Selasa (9/4).

Razia ini digelar sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat sekitar yang masih menjumpai adanya praktik prostitusi di wilayah mereka.

"Ini bukan untuk mencari kesalahan warga, melainkan untuk mengembalikan harkat dan martabat wanita sesungguhnya. Lagipula, tidak ada agama manapun menghendaki adanya pelacuran,” jelasnya.

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya.

Pelaksanaan razia ini telah sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum pasal 39 ayat 1, 2 dan 3.

Serta Perda No. 7 tahun 1993 tentang pemberantasan pelacuran.

Bagi pelanggar Perda ketertiban umum ini nantinya akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri pada Rabu (10/4).

Sidang Tipiring akan digelar oleh pelanggar lain yang telah diamankan sebelumnya yakni 7 orang pembuang limbah, 2 orang pengusaha potong ayam, dan 6 orang pengusaha rongsokan dan PKL. 

Sayoga berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi segala jenis urusan administratif dalam menjalankan setiap usaha.

''Sehingga dalam pelaksanaan usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan,'' harapnya (*) 

Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved