Bea Cukai Gagalkan Upaya Kapal KLM Maju Bersama Selundupkan 104.375 Ton Rotan ke Timor Leste

Kapal KLM Maju Bersama harus dihentikan paksa oleh petugas Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT

Bea Cukai Gagalkan Upaya Kapal KLM Maju Bersama Selundupkan 104.375 Ton Rotan ke Timor Leste
Humas Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT.
Kapal KLM Maju Bersama harus dihentikan paksa oleh petugas Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT yang tengah menggelar Operasi Patroli Laut Bea Cukai Jaring Wallacea 2019. Alhasil penyelundupan kayu rotan seberat 104.375 ton yang dibawa Kapal KLM Maju Bersama berhasil digagalkan. 

Bea Cukai Gagalkan Upaya Kapal KLM Maju Bersama Selundupkan 104.375 Ton Rotan ke Timor Leste

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kapal KLM Maju Bersama harus dihentikan paksa oleh petugas Kanwil Bea Cukai Bali, NTB dan NTT yang tengah menggelar Operasi Patroli Laut Bea Cukai Jaring Wallacea 2019.

Alhasil penyelundupan kayu rotan seberat 104.375 ton yang dibawa Kapal KLM Maju Bersama berhasil digagalkan.

Kapal Patroli BC.7002 mencurigai kapal tersebut saat di berpatroli di perairan sekitar Pulau Kambing NTT pada Jumat 5 April 2019 sekira pukul 03.40 WITA.

Dan ternyata setelah diperiksa berkas-berkas dokumen yang diangkut oleh Kapal KLM Maju Bersama, Kapten Kapal tidak dapat menunjukkannya.

Baca: Ibu Mendiang Ni Made Ayu Dikenal Protektif, KI Ditegur Pemilik Kosan karena Sering ke Kamar Korban

Baca: Ini Kesaksian Pemilik Kosan Mahasiswi Undiknas yang Tewas di Kamar Kosan

Baca: Kesaksian Teman Kuliah, Begini Perilaku Korban Saat Terakhir Bertemu di Kelas

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT, Husni Syaiful, mengatakan bahwa kapal tersebut melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf A serta Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 44/M-DAG/PER/7/2012 tentang Barang Dilarang Ekspor.

“Kapal itu mengangkut ratusan ton rotan menuju Dili, Timor Leste tanpa dilengkapi dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Berangkat dari Pelabuhan Panarukan Jawa Timur menuju Pelabuhan Dili Timor Leste,” ungkap Husni, Kamis (11/4/2019).

Nilai barang tersebut ditaksir sekitar Rp 1,8 miliar lebih. Selain negara mengalami kerugian material, juga terdapat kerugian immaterial berupa kerusakan hutan dan lingkungan.

"Atas penindakan tersebut, sudah ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan dengan tersangka atas nama RF (Nakhoda KLM Maju Bersama)," imbuhnya.

Barangbukti ratusan ton rotan itu kini berada di Bea Cukai Atapupu, Atambua NTT perbatasan Timor Leste.

“Hasil penindakan ini merupakan upaya nyata Bea Cukai dalam menjaga wilayah perairan Timur Indonesia. Dan juga sebagai bukti keseriusan kami dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia dari oknum-oknum yang bermaksud merugikan Negara,” tambah Husni.

Operasi Patroli Bea Cukai Jaring Wallacea 2019 merupakan patrol dengan skema terpadu untuk peningkatan koordinasi dan kerjasama yang melibatkan Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah Bea CUkai dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai.

Operasi ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 16 April 2019 dengan sector operasi meliputi perairan di sekitar perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Rizki Laelani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved