Eks Galian C di Klungkung Akan Dibangun Pusat Kebudayaan, Target Pendataan Lahan Rampung Juli

Gubernur Bali Wayan Koster saat ini sedang menyiapkan konsep pembangunan pusat kebudayaan Bali yang terintegrasi.

Eks Galian C di Klungkung Akan Dibangun Pusat Kebudayaan, Target Pendataan Lahan Rampung Juli
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana pembukaan Musrenbang Penyusunan RKPD Semesta Berencana Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster saat ini sedang menyiapkan konsep pembangunan pusat kebudayaan Bali yang terintegrasi.

Rencananya, pembangunan tersebut akan dilakukan di bekas lahan (eks) galian C, di Kabupaten Klungkung.

Koster mengaku sudah menggelar rapat bersama dengan Bupati Klungkung serta Kepala Kanwil Kantor Pertanahan Provinsi Bali.

Adapun Pusat kebudayaan Bali yang dibangun di kawasan tersebut di dalamnya terdiri dari panggung terbuka dengan kapasitas 20 ribu sampai 25 ribu orang, gedung tertutup yang berteknologi modern sekelas Gedung Kesenian Jakarta, museum tematik, serta fasilitas budaya lainnya.

“Kami tengah menimbang-menimbang membangun pusat kebudayan Bali di lahan nganggur dan luas yang berada di Kabupaten Klungkung, yaitu di Gunaksa, bekas Galian C. Nganggur ini, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan,” kata Koster dalam pembukaan Musrenbang Penyusunan RKPD Semesta Berencana Tahun 2020 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (11/4/2019).

Baca: KPU Kota Denpasar Gelar Simulasi Pemilu 2019, Nama Peserta & Parpol Diganti Nama Buah-buahan

Baca: Esok Panca Wali Krama di Besakih Berakhir, Penjor Dicabut dan Abunya Ditanam di Pekarangan

Saat ini, lanjut dia, sedang dalam proses pengkajian status lahannya. Karena di kawasan itu terdapat tanah milik negara dan tanah milik masyarakat, namun batas-batasnya tidak jelas.

Pihaknya menargetkan akhir Juli 2019 pendataan status tanah itu sudah selesai.

Ia menjelaskan alasan memilih lokasi eks galian C itu karena pertimbangan lahannya yang luas dan posisinya strategis, di samping Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra.

“Kalau lahan itu dimanfaatkan menjadi sangat luar biasa karena sesuatu yang tidak produktif kita ubah menjadi sesuatu yang produktif. Sedang disiapkan kajian. Status tanahnya harus jelas dulu, setelah itu baru akan dibuatkan studi (kelayakan),” terangnya.

Alasan lainnya karena menurutnya pada zaman dahulu Klungkung merupakan pusat kebudayaan Bali, yaitu pada zaman keemasan Raja Waturenggong.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved