KPPAD Beri Tanggapan Terhadap Kasus Siswi SMP Korban Penganiayaan

Bahkan kasus ini juga mengundang mulai dari pejabat, politisi, artis, youtuber dan selebgram berdatangan untuk menjenguk korban yang tengah dirawat

KPPAD Beri Tanggapan Terhadap Kasus Siswi SMP Korban Penganiayaan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak (tengah) memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di kantor KPPAD Kalbar, Jalan Da Hadi, Pontianak, Senin (8/4/2019). Seorang siswi SMP menjadi korban pengeroyokan diduga 12 siswi SMA beberapa hari lalu di Pontianak. 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa hari terakhir Kota Pontianak menjadi sorotan, pasalnya adanya kejadian kekerasan yang dilakukan oleh 12 pelajar SMA tehadap seorang siswi SMP yang benama AU (14).

Kasus ini menyarik banyak perhatian, dimana simpati tentunya ditujukan pada korban dan hujatan maupun cacian ditujukan pada para pelaku.

 
Bahkan kasus ini juga mengundang mulai dari pejabat, politisi, artis, youtuber dan selebgram berdatangan untuk menjenguk korban yang tengah dirawat di rumah sakit swasta yang ada.

Menurut Komisi Perlindungan dam Penanganan Anak Daerah (KPPAD), sebetulnya pada kasus yang melibatkan anak-anak di bawah umur semacam ini ada kewajiban merahasiakan identitas pelaku maupun korban.

Hal ini disampaikan langsung satu di antara komisioner KPPAD Kalbar, Alik Rosyd.

"Sebetulnya ada kewajiban kita untuk merahasiakan identitas, maka kita mohon para netizen untuk  bijak dalam hal ini," ucap Alik saat diwawancarai, Rabu (10/4/2019) petang.

Menurutnya banyak netizen yang memviralkan padahal tidak tahu apa-apa, dengan demikian  sama saja mereka membunuh karakter mereka, ia menegaskan kasus sepenuhnya ditangani pihak berwajib.

Kemudian menanggapi banyaknya orang yang memblowup seperti youtuber, selebram maupun politisi yang memblowup korban, Alik menegaskan  sebenarnya pihaknya tidak berharap korban ini diekplore atau diblowup berlebihan.

"Tapi kita tidak bisa melarang juga, karena kewenangan ada dipihak keluarga. Harapan kita, untuk mempercepat proses penyembuhan psikis dan psikologis anak akan lebih baik dia dihindarkan pada pertemuan atau interaksi yang nantinya malah tidak sehat buat sianak," tambahnya.

Tapi KPPAD tidak bisa melarang karena ini sepenuhnya kebijakan pada pihak keluarga.

Bahkan sejauh ini ada bahasa yang beredar ditengah masyarakat, asalkan poto bersama korban dan disebarkan dimedia sosial. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Pejabat, Artis, Youtuber dan Selebram Menjenguk Audrey dan Memposting di Medsos, Ini Komentar KPPAD, .
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved