Progres Pembangunan Tambahan Rapid Exit Taxiway Baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Capai 10 Persen

Progres pembangunan penambahan Rapid Exit Taxiway Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus berjalan

Progres Pembangunan Tambahan Rapid Exit Taxiway Baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai Capai 10 Persen
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Progres Pembangunan Tambahan Rapid Exit Taxiway Baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Progres pembangunan penambahan Rapid Exit Taxiway Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus berjalan.

“Pembangunan rapid exit taxiway tetap berlasung hingga saat ini. Karena kita terus berupaya meningkatkan kapasitas Bandar Udara bertujuan meningkatkan kunjungan wistawan ke Bali,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono, Kamis (11/4/2019).

Hingga saat ini proyek itu terus berprogres dan diharapkan akhir Tahun 2019 dapat selesai. “Sekarang progres fisik mungkin baru menuju 10 persen ya,” tambahnya.

Dengan penambahan rapid taxiway ini, akan menambah ketersediaan lima slot penerbangan per jam. Yang saat ini 30 penerbangan per jam, dapat menjadi 35 slot penerbangan.

Seperti pernah diberitakan tribunbali.com sebelumnya, AirNav Indonesia Cabang Denpasar berharap pada tahun 2019 mendatang slot penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkat menjadi 35 slot penerbangan per jam nya.

Baca: Simulasi Pencoblosan, Rata-rata 5 Menit di Bilik Suara, Ketua KPU Sebut Ada Metode Sekali Coblos

Baca: Tingkatkan Sinergi dan Pelayanan, Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Gelar Dharma Shanti

Hal tersebut diharapkan dapat terwujud dengan adanya realisasi penambahan dua rapid exit taxiway (RET) baru, perluasan apron dan perluasan landasan pacu ke arah barat di bandara tersibuk ketiga di Indonesia ini. 

Di mana saat ini terdapat dua rapid exit taxiway di Bandara I Gusti Ngurah Rai, jika ada penambahan lagi tentu mengurangi antrean pesawat.

"RET akan membantu memperkecil waktu penggunaan landasan yang akan mengakibatkan pada penambahan kapasitas landasan dan berdampak pada peningkatan slot, yang tentunya bisa meningkatkan jumlah penerbangan yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Utamanya penambahan International flight untuk pendukung program pemerintah,” jelas General Manager AirNav Indonesia Cabang Denpasae, Rosedi, Sabtu (24/11/2018).

 RET adalah jalan yang menghubungkan landasan pacu (runway) dengan rancangan sudut yang tajam untuk memungkinkan pesawat yang mendarat dapat segera keluar dari landasan pacu pada tingkat kecepatan yang masih tinggi untuk masuk ke apron atau pelataran pesawat.

Baca: Kesaksian Teman Kuliah, Begini Perilaku Korban Saat Terakhir Bertemu di Kelas

Baca: Ombudsman RI Bali Temukan Sejumlah Pelanggaran dalam Pelaksanaan UN 2019 Tingkat SMA

RET ini dibuat khusus agar pesawat keluar dari landasan pacu dengan cepat begitu mendarat dengan kecepatan tinggi lalu masuk ke apron, namun saat ini masih pelan-pelan karena hanya ada dua RET dan kemiringannya pun 90 derajat. 

Halaman
12
Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved