Sering Dianggap Penyebab Utama Obesitas, Apa Jadinya Kalau Kamu Berhenti Mengkonsumsi Karbohidrat?

Namun, sama seperti diet ekstrim, pola makan rendah karbohidrat membawa sejumlah efek samping.

Sering Dianggap Penyebab Utama Obesitas, Apa Jadinya Kalau Kamu Berhenti Mengkonsumsi Karbohidrat?
kazoka30
Ilustrasi makan nasi 

TRIBUN-BALI.COM - Terlalu banyak konsumsi karbohidrat seringkali dianggap sebagai penyebab utama obesitas.

Beberapa orang pun mulai mengontrol jumlah asupan karbohidrat yang dikonsumsinya.

Jika targetmu adalah menurunkan berat badan, kamu mungkin akan melihat hasilnya setelah memangkas asupan karbohidrat.

Terutama lemak pada bagian perut. Namun, sama seperti diet ekstrim, pola makan rendah karbohidrat membawa sejumlah efek samping.

Ahli gizi teregistrasi dari Wellness Institute, Kristin Kirkpatrick menjelaskan efek samping yang dimaksud.

1. Sakit kepala

Pada beberapa hari awal menjalani pola makan rendah karbohidrat, tubuh kita memerlukan penyesuaian besar untuk mengganti bahan bakar favoritnya, cadangan glukosa dan glikogen, menjadi sumber lainnya.

Dalam kasus diet keto, berarti sumber utama diperoleh dari komponen yang dihasilkan dari pembakaran lemak.

Baca: Diet Ketofastosis Ajak Ganti Karbohidrat dengan Lemak, Simak Pro dan Kontranya

Baca: TRIBUN WIKI - Makanan Khas Buleleng yang Wajib Dicicipi, dari Blayag hingga Jukut Undis

Tubuh akan mulai terbiasa menggunakan bahan bakar baru tersebut setelah sekitar tiga atau empat hari.

Setelah itu, sakit kepala mungkin tidak lagi kamu rasakan. 

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved