Anjing Jenis Ini Bisa Deteksi Kanker Dalam Darah Manusia dengan Akurasi 97 Persen

Sebuah studi baru dari peneliti BioScent Dx di AS mengungkapkan bahwa anjing berjenis beagle dapat mendeteksi bau kanker dalam sampel darah

Anjing Jenis Ini Bisa Deteksi Kanker Dalam Darah Manusia dengan Akurasi 97 Persen
I Putu Eka Guna Yasa
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Anjing bernama I Sona. Studi Ungkap Anjing Bisa Deteksi Kanker dalam Darah Manusia, Akurasi 97 Persen 

TRIBUN-BALI.COM - Sebuah studi baru dari peneliti BioScent Dx di AS mengungkapkan bahwa anjing berjenis beagle dapat mendeteksi bau kanker dalam sampel darah dengan tingkat akurasi 97 persen.

Penelitian ini dilakukan dengan harapan bisa mengarah pada pendekatan baru untuk pendeteksian kanker.

"Meskipun saat ini tidak ada obat untuk kanker, pendeteksian dini bisa menawarkan harapan terbaik untuk bertahan hidup," ujar pemimpin penelitian BioScent Dx, Heather Junqueria, dilansir Mirror, Selasa (9/4/2019).

Baca: Pangeran Saudi Menunggak Biaya Pengobatan Anak 2 Tahun Penderita Penyakit Genetik Langka

Baca: Umumkan Harus Segera Melahirkan dengan Cara Operasi, Asri Welas Minta Doa Sambil Berurai Air Mata

"Sebuah tes yang sangat sensitif untuk mendeteksi kanker berpotensi menyelamatkan ribuan nyawa dan mengubah cara penyakit ini diobati," kata Junqueria.

Dalam studi tersebut, para peneliti melatih empat anjing jenis beagle untuk membedakan antara sampel darah normal dan sampel darah dari penderita kanker paru-paru.

Salah satu anjing bersikap pasif, tidak termotivasi untuk melakukan tes akurasi.

Namun, tiga anjing lain dengan benar mengindentifikasi sampel kanker dengan akurasi 97 persen.

Baca: Didakwa Terkait Korupsi Pengadaan 4 Unit Kapal Inka Mina, Direktur PT F1 Perkasa Ajukan Keberatan

Baca: Surat Tuntutan Jaksa Belum Siap, Sidang Perkara Biogas Nusa Penida Ditunda

Junqeria mengungkapkan bahwa pekerjaan ini sangat menarik karena membuka kesempatan untuk penelitian lebih lanjut di dua jalur pengobatan, yang keduanya dapat mengarah pada alat pendeteksian kanker baru.

"Salah satunya menggunakan deteksi aroma anjing sebagai metode screening untuk kanker, dan jalur lainnya adalah menentukan senyawa biologis yang dideteksi anjing dan kemudian merancang tes screening kanker berdasarkan pada senyawa tersebut," ujar Junqueria.

Saat ini, para peneliti tengah berencana untuk melakukan studi tindak lanjut untuk memahami dengan tepat komponen kimia mana yang berbau anjing untuk mendeteksi kanker.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Studi Ungkap Anjing Bisa Deteksi Kanker dalam Darah Manusia, Akurasi 97 Persen

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved