Dana Terbatas, Pengprov MI Bali Pangkas Jumlah Atlet yang Dikirim Liganas Muaythai X

Bali yang sebelumnya berencana mengirim 12 atlet muaythai sekarang berencana mengirim 6-7 atlet ke Liganas Muaythai X, karena keterbatasan dana

Dana Terbatas, Pengprov MI Bali Pangkas Jumlah Atlet yang Dikirim Liganas Muaythai X
Dok Pribadi Wayan Suwita
Sekretaris Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali, Wayan Suwita dan atlet muaythai. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Liga Nasional (Liganas) Muaythai X yang rencananya akan berlangsung akhir Maret 2019 diundur dan akan digelar setelah Pemilu 2019 yaitu tanggal 29 April- 4 Mei 2019 di Bogor, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali, Wayan Suwita.

Ia memaparkan, Bali yang sebelumnya berencana mengirim 12 atlet muaythai sekarang berencana mengirim 6-7 atlet ke Liganas Muaythai X, karena keterbatasan dana.

Dengan demikian, promosi dan degradasi akan dilakukan.

“Kita prioritaskan atlet-atlet yang akan kita terjunkan di Pra PON 2019, diperkirakan nanti dia di Pra PON akan dikirim, dengan kata lain atlet-atlet yang sudah sering memperoleh medali pada saat Kejurnas maupun Liganas. Karena kita melihat dana yang diberikan oleh KONI Bali, kita kan hanya mengacu pada dana, kemungkinan dari 12 atlet itu kita upayakan semaksimal mungkin bisa berangkatkan 6 sampai 7 atlet, kalau dana memungkinkan kita berangkatkan semua tapi yang prioritas 6 sampai 7 atlet,“ katanya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (12/4/2019).

Baca: Konferensi IAI 2019 di Bali Bahas Profesi Akuntan Harus Beradaptasi Seiring Perkembangan Teknologi

Baca: Menuju Perayaan Waisak, Vihara Buddha Sakyamuni Ajak Umat Sebulan Pendalaman Dhamma

Ia juga mengatakan seleksi terakhir akan dilaksanakan setelah Pemilu 2019 pada 17 April 2019 nanti.

Ia berujar 12 atlet yang sempat terpilih, sekarang sedang melakukan latihan untuk persiapan Liganas di daerahnya masing-masing.

“Mereka latihannya masih di daerah masing-masing, biasanya dua minggu sekali kita kumpul, kemarin kan sudah sempat kita kumpul, kita lihat berat badannya, beberapa kita lihat kemampuan fisik ternyata dari yang saya siapkan 12 atlet itu lah kita evaluasi lagi dan kita berikan masukan,” ucapnya.

Ia juga berkata bahwa ia mempercayakan program latihan pada pelatih daerah yang ada di camp atau tempat latihan para atlet itu, ia juga percaya para atlet Muaythai Bali menjalankan latihan dengan baik.

Baca: Tiga Kabupaten Dapat Penghargaan Perencanaan Pembangunan Terbaik dari Gubernur Koster

Baca: Marak Kasus Skimming Libatkan WN Bulgaria, Polda Bali Kerja Sama dengan Imigrasi Perketat Pengawasan

“Saya lihat mereka rutinitasnya di masing-masing camp itu bagus, kita juga tidak spesial sekali memberikan program latihan untuk menghadapi Liganas, mereka sudah tahu program, mereka sudah memosisikan, mengondisikan, termasuk dengan pelatih yang mendampingi juga sudah mengondisikan, jadi programnya tidak resmi sekali sehingga pakai program latihan di ranting/camp lah. Takutnya kalau kita memakai program ala kejuaraan seperti PON atau Sea Games malah terbentur dengan nutrisinya, makanannya tidak kita tanggung, tidak ada biaya untuk menjamin nutrisinya, ya salah kita menerapkan program gitu,” jelasnya.

Ia berpesan pada para atlet agar menjaga kondisi fisiknya tetap fit sebelum pertandingan berlangsung.

“Pesan saya untuk para atlet, karena setiap satu tahun itu bisa ada 4 kali kejuaraan, tentu mereka harus mengondisikan dan memosisikan diri sebagai seorang atlet, yang mana pada setiap saat dia akan mengikuti kejuaraan, jadi untuk menjaga selalu kondisi fisiknya,“ ucapnya.

Ia berharap para atlet Muaythai Bali yang terpilih dan berangkat Liganas X dapat memperoleh medali di kejuaraan tersebut.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved