Didakwa Terkait Korupsi Pengadaan 4 Unit Kapal Inka Mina, Direktur PT F1 Perkasa Ajukan Keberatan

Usai menjalani pelimpahan tahap II beberapa minggu lalu, Direktur PT F1 Perkasa, Suyadi (50) kini menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor

Didakwa Terkait Korupsi Pengadaan 4 Unit Kapal Inka Mina, Direktur PT F1 Perkasa Ajukan Keberatan
Tribun Bali/I Putu Candra
Direktur PT F1 Perkasa, Suyadi (50) saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Denpasar. 

Namun terdakwa selaku rekanan pelaksana pembangunan empat unit kapal itu telah melanggar kontrak.

Progres pengerjaan tidak sesuai dengan jadwal yang disepakati dalam kontrak yakni berakhir 12 Desember 2014.

Faktanya progres pengerjaan dicapai saat itu hanya 55,00 persen.

"Meskipun atas keterlambatannya telah diperingati beberapa kali, namun tetap tidak ada kemajuan," beber Jaksa Agung Wisnhu.

Singkat cerita dilakukan pemutusan kontrak.

Kemudian I Made Dwi Wirya Astawa dan staf konsultan pengawas datang ke galangan PT F1 Perkasa dan melihat tiga buah mesin induk sudah dilepas dan diambil oleh orang yang mengaku suruhan dari PT Rutan Surabaya.

Dalam melaksanakan pembangunan empat unit kapal itu dengan progres 55,64 persen, terdakwa telah menerima uang Rp 3.586.200.000.

Sementara dalam perincian uang muka yang diajukan terdakwa menyebutkan satu unit mesin kapal seharga Rp 200 juta.

Harga Rp 200 juta di kali empat, jumlahnya Rp 800 juta.

"Terdakwa telah menerima uang Rp 3,5 miliar lebih, dan seharusnya Rp 800 juta digunakan untuk melunasi empat unit mesin kepada PT Rutan Surabaya. Namun uang itu terdakwa gunakan untuk keperluan sendiri," ungkap Jaksa Agung Wisnhu. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved