Gubernur Koster Minta Unhi Petakan Potensi dan Bangun Laboratorium Tanaman Herbal

Gubernur Bali Wayan Koster meminta kepada civitas akademika Universitas Hindu Indonesia (Unhi) untuk memetakan potensi tanaman herbal di Bali

Gubernur Koster Minta Unhi Petakan Potensi dan Bangun Laboratorium Tanaman Herbal
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Koster saat memberikan kuliah umum di Unhi, Jumat (12/4/2019). 

Bahkan tahun 2019 ini pihaknya sudah akan melakukan penelitian guna menginventarisir lontar-lontar yang terkait dengan pengobatan tradisional, semua tanaman berkhasiat obat, nantinya antara Unhi dan Pemprov Bali akan punya buku referensi tentang usadha Bali.

"Jadi katanya ada di lontar ini, katanya ada di lontar b, lontar c dan sebagainya. Tahun ini kami lakukan penelitian ini outputnya adalah referensi terkait dengan usadha Bali," kata dia.

Nantinya buku referensi ini akan bisa dirujuk oleh siapapun.

"Jadi tidak diakui orang lain, bahwa ini nanti akan menjadi hak kekayaan intelektualnya Provinsi Bali," jelasnya.

Baca: Tekuk Pasangan Malaysia, Hafiz/Gloria Melaju ke Semifinal Singapore Open 2019

Baca: Hasil Studi: Industri Energi PLTS Bisa Ciptakan Banyak Lapangan Pekerjaan

Selama ini, imbuhnya, pengobatan konvensional mengambil konsep pengobatan tradisional dengan melihat zat aktif yang berkhasiat pada tanaman bersangkutan.

Dalam sistem negara maju yang tidak mempunyai sumber daya alam yang berkelanjutan maka dibuatkanlah sintetis dari tanaman tersebut.

Sementara di Unhi, kata dia, saat ini akan menggali kembali tanaman apa saja yang berkhasiat obat dan kemudian akan dilihat komponen di dalamnya yang bekhasiat obat.

"Ini yang perlu kita teliti melalui laboratorium. Jadi ini adalah kombinasi ilmu pengetahuan tradisional dengan teknologi modern," tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya tak bekerja sendiri dan akan bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di luar negeri yang menerapkan teknologi modern di bidang kesehatan.

"Misalnya dengan ITB kita kerja sama, dengan UGM kita kerja sama. Dengan universitas di luar, kita akan kerja sama. Jadi tidak seratus persen tradisional. Jadi konsepnya tradisional, bahannya tradisional tapi teknologi pembuktian ilmiahnya menggunakan teknologi modern," jelasnya.

Sementara mengenai hal laboratorium ini akan diperkuat di Unhi sendiri.

(*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved