Hasil Studi: Industri Energi PLTS Bisa Ciptakan Banyak Lapangan Pekerjaan

Berdasarkan hasil studi, industri energi terbarukan atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan

Hasil Studi: Industri Energi PLTS Bisa Ciptakan Banyak Lapangan Pekerjaan
Tribun Bali/Rino Gale
Jumat (12/4/2019), pemerintah bersama Universitas Udayana dan Greenpeace berdiskusi Peta Jalan Pengembangan Energi Surya di Bali, di Paragon Resort Hotel, Jalan Raya Kampus Unud, Jimbaran. Salah satu hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah mengembangkan penggunaan energi bersih dan terbarukan dalam memenuhi kebutuhan listrik untuk menggantikan energi fosil, seperti batubara, yang merusak dan mencemari lingkungan. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Berdasarkan hasil studi, industri energi terbarukan atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bisa menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak mengatakan, panel surya telah menciptakan jumlah pekerjaan terbanyak dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya, mencapai sekitar 3.1 juta pekerjaan di seluruh dunia (IRENA, 2017).

Baca: Lima Pemain Segera Dilepas, Feby Eka Tak Akan Dipinjamkan Lagi

Baca: Transisi Energi dari PLTU Batu Bara Jadi PLTS Bisa Turunkan Tarif Dasar Listrik hingga 45 Persen

"Dibandingkan dengan energi konvensional, panel surya menciptakan sebanyak 10 pekerjaan, jauh lebih tinggi daripada tenaga batu bara yang hanya menciptakan 1 pekerjaan. Sehingga, untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik Bali pada tahun 2027, akan tercipta lebih kurang 10 ribu pekerjaan baru jika penambahan kapasitas listrik tersebut akan dipenuhi dengan menggunakan energi surya. Pemerintah Provinsi Bali akan dapat mengurangi angka pengangguran yang saat ini mencapai 22,345 orang," ujarnya saat ditemui usai berdiskusi terkait tema Peta Jalan Pengembangan Energi Surya di Bali, di Paragon Resort Hotel, Jalan Raya Kampus Unud, Jimbaran, Jumat (12/4/2019).

Mengingat, Gubernur Bali, I Wayan Koster telah menyampaikan komitmen Bali untuk menggunakan energi bersih dan terbarukan.

Baca: Gubernur Koster Akan Manfaatkan Hasil Riset Unud Untuk Membangun Bali

Baca: Dana Terbatas, Pengprov MI Bali Pangkas Jumlah Atlet yang Dikirim Liganas Muaythai X

Tindak lanjutnya tentu memerlukan kerja sama dengan semua pemangku kepentingan mengingat saat ini ekspansi PLTU batu bara masih berlangsung di Bali melalui ekspansi PLTU Celukan Bawang. 

Di sisi lain, Bali memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, terutama energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

"Untuk mewujudkan komitmen Gubernur Provinsi Bali dalam pemanfaatan energi terbarukan dan mewujudkan Bali mandiri energi, diharapkan Pemerintah Provinsi Bali dapat menggunakan penelitian bersama ini sebagai bahan masukan bagi kebijakan energi dan ketenagalistrikan di Provinsi Bali," tegas Leonard.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved