Marak Kasus Skimming Libatkan WN Bulgaria, Polda Bali Kerja Sama dengan Imigrasi Perketat Pengawasan

Operasi Sikat Agung dilakukan dalam rangka cipta kondisi menuju masa tenang, hari pencoblosan, dan pasca pencoblosan Pemilu 2019

Marak Kasus Skimming Libatkan WN Bulgaria, Polda Bali Kerja Sama dengan Imigrasi Perketat Pengawasan
Tribun Bali/Busrah Ardans
WNA Bulgaria terlibat kasus skimming dan beberapa tersangka curas, curat dan curanmor yang diperlihatkan Ditreskrimum Polda Bali dalam Konferensi Pers Operasi Sikat Agung 2019, Jumat (12/4/2019) pagi tadi. 

Setelah semua berhasil dilakukan, para pelaku akan mulai menguras uang korban. 

"Setelah berhasil mengambil data nasabah dengan router, mereka memasang kamera tersembunyi untuk melihat pin yang diletakkan di panel pin. Setelah data divalidasi dan ditransfer ke kartu putih dan nomor pin diketahui, mereka akan menguras isi ATM tersebut. Sebagian besar korban yang dananya dikuras itu berasal dari luar Bali, tapi ada juga menyasar nasabah lokal, sudah ada, masih kami dalami," jelasnya.

Fairan menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap WNA Bulgaria dan Rusia yang masuk Bali.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan imigrasi terkait hal ini, sehingga kasus seperti ini tidak terulang lagi.

Baca: Bawaslu Karangasem Gelar Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Jelang Pemilu 2019

Baca: Punya Masalah dengan Gaji? Hindari 3 Kesalahan Ini saat Negosiasi Gaji

"Kita sudah koordinasi dengan imigrasi dan meminta pengawasan lebih ketat terhadap wisatawan Bulgaria. Karena saya melihat jaringan ini memilih Bali sebagai sasaran empuk menguras dana nasabah. Jadi kita akan perketat pengawasan terhadap WNA Bulgaria dan Rusia. Karena memang data mengenai pencurian dengan pemberatan atau skimming banyak dilakukan oleh WNA Bulgaria dan Rusia. Ke depan untuk memberi efek jera, saya perintahkan kepada anggota untuk lebih tegas dan terukur, bila perlu dilumpuhkan supaya tidak menjadikan Bali sebagai tempat mereka lakukan kejahatan," tegasnya.

Diakui Fairan, dalam kurun waktu dua bulan, kepolisian telah mengamankan 9 WNA Bulgaria, yang rata-rata tergabung dalam jaringan.

Kendalanya, lanjut Fairan, WNA Bulgaria yang berhasil diamankan, cenderung tertutup dan diam saat diperiksa, hal ini diperparah pelaku tidak mengerti bahasa Inggris.

"Tahun 2019 ini sudah ada 13 kasus skimming, 10 di Polda dan 3 di jajaran. Di Badung ada, Gianyar dan Klungkung. Jadi rata-rata mereka ini kelompok Bulgaria. Dan target mereka ke Bali melakukan kejahatan skimming sekaligus wisata. Rata-rata semua dari Bulgaria, hanya beberapa waktu lalu saat Resta membongkar kasus perampokan yang dilakukan WNA Rusia. Jadi saat ini, dua warga negara ini (Bulgaria dan Rusia) yang kita awasi selama di Bali karena sering melakukan kejahatan. Apalagi ini sudah termasuk trans organize crime makanya jadi perhatian kita," tambahnya.

Keempat tersangka melanggar tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengakses komputer atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun, tanpa izin pemilik sah yang melanggar UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman lebih dari 5 tahun.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved