9 Negara Anggota ACFIF Bahas Solusi Masalah Limbah Plastik Dalam Konferensi ke-12 di Bali

Dalam ACFIF konferensi ke-12 pada 10-13 April 2019 akan dibahas masalah dunia terkait limbah plastik dengan tema "Sustainability of Man Made Fibers"

9 Negara Anggota ACFIF Bahas Solusi Masalah Limbah Plastik Dalam Konferensi ke-12 di Bali
Tribun Bali/Rino Gale
Konferensi pers ACFIF ke-12 di Hotel Conrad, Nusa Dua Bali, Jumat (12/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Asian Chemical Fiber Industries Federation (ACFIF) merupakan himpunan asosiasi industri serat kimia dan buatan yang menaungi produsen serat se- Asia tersebar di 9 negara.

Terdiri dari Jepang, China, China Taipei, India, Korea, Malaysia, Pakistan, Thailand dan Indonesia.

Dalam ACFIF konferensi ke-12 yang berlangsung pada 10-13 April 2019 akan dibahas masalah dunia terkait limbah plastik dengan tema "Sustainability of Man Made Fibers".

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyi) perwakilan Indonesia, Ravi Shankar mengatakan, selain pembahasan persoalan terkait industri serat kimia dan buatan yang menaungi produsen serat se- Asia, pihaknya serta federasi dari 9 negara ini juga membahas solusi terkait hasil limbah dari sampah industri serat buatan baik poliester, rayon dan juga nilon.

"Tema ini tentunya juga membahas masalah sampah yang menjadi perhatian dunia. Dengan membahas proyeksi dari bahan baku serat kimia tersebut, tentunya poin penting adalah bagaimana bahan plastik ini bisa didaur ulang secara berulang kali. Kita menindaklanjuti jika limbah ini sampai ke laut," ujarnya saat prescon di Hotel Conrad, Nusa Dua Bali.

Ia mengatakan, industri serat bisa mendaur ulang botol-botol plastik menjadi bahan baku serat.

"Diketahui, kita bergerak di bidang plastik poliester. Banyak industri-industri yang sudah mendaur ulang botol-botol plastik menjadi serat. Ini solusi jangka panjang. Karena semakin ke depan, konsumsi orang semakin meningkat," ungkapnya.

Baca: Dadong Domi Bertahan Hidup dari Memulung di Usia Senja, Rawat Cucu dan Anak yang Sakit

Baca: Wayan Muka Laporkan Ketua DPRD Klungkung ke Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos di Nusa Penida

Tambahnya, seperti negara Jepang yang sukses dengan kisahnya untuk mendaur ulang sampah.

Ravi menerangkan, pemerintahan Jepang ada peraturan terkait pembagian sampah yang bisa dibakar dan didaur ulang.

Halaman
12
Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved