Piala Presiden

Djanur Ungkap Kelemahan Persebaya Sehingga Gagal Meraih Juara Piala Presiden

Dua gol yang tercipta di laga tersebut dicetak Ahmad Nur Hardianto (43'), dan Riky Kayame (90+2') Dengan hasil tersebut

Djanur Ungkap Kelemahan Persebaya Sehingga Gagal Meraih Juara Piala Presiden
persebaya.id
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. 

TRIBUN-BALI.COM - Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, mengucapakan atas keberhasilan Persebaya Surabaya menjadi juara Piala Presiden 2019. Pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut menilai Persebaya layak menjadi juara.

"Selamat kepada Arema. Mereka layak menjadi juara," kata Djanur. Arema menjadi juara Piala Presiden 2019 setelah menang 2-0 pada final leg kedua, Arema vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019) malam.

Dua gol yang tercipta di laga tersebut dicetak Ahmad Nur Hardianto (43'), dan Riky Kayame (90+2') Dengan hasil tersebut, Arema memastikan juara dengan skor agregat 4-2.

Baca: Terungkap Identitas Wanita Korban Pembunuhan 27 Tusukan di Hotel Benhil, Ternyata Mahasiswa 18 Tahun

Baca: Gading Marten Buka Suara Soal Rumor Kedekatannya dengan Dokter Muda Citra Juvita

Baca: Detik-detik Kopassus Tangkap Mbah Suro, Dukun PKI Kebal Senjata Api, Akhirnya Seperti Ini

Pada leg pertama di Surabaya pada Selasa (9/4/2019), kedua tim bermain imbang 2-2. Djanur menilai kedua tim sempat bermain imbang. Namun, Djanur menyesalkan timnya gagal memanfaatkan setiap peluang menjadi gol.

"Hasil ini menjadi satu-satunya kekalahan dalam Piala Presiden. Sangat disayangkan kekalahan tersebut terjadi pada final," ujarnya.

"Kami gagal menciptakan gol di babak pertama padahal jelas ada empat kali peluang namun tidak bisa menciptakan peluang," ucap Djanur.

Pelatih asal Majalengka ini mengaku bakal membenahi konsentrasi pemain dan kesalahan individual sebelum Liga 1 bergulir. Djanur berkaca dari empat gol yang disarangkan Arema FC dalam dua laga final.

"Kami akan evaluasi karena saya sadar jika dalam pertandingan final leg dua ini pemain kurang konsentrasi dan ada kesalahan individual pemain. Hal ini yang akan kami benahi sebelum liga bergulir," terang Djanur.

Sementara itu, winger Irfan Jaya mengatakan jika Green Force sudah berjuang keras melawan Arema FC. Selain itu, dia mengakui jika gol pertama Arema FC membuat Persebaya terbebani untuk mengejar ketertinggalan agregat gol.

"Kami akui di babak pertama banyak peluang yang tercipta, tetapi tidak bisa menjadi gol. Kami jadikan hasil Piala Presiden ini sebagai evaluasi ke kompetisi Liga 1 mendatang," tegas pemain muda terbaik Piala Presiden 2019 ini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Djanur: Selamat kepada Arema!

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved