Piala Presiden

Keok Melawan Arema di Final Piala Presiden, Djanur Ungkap Tiga Kelemahan Persebaya

Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo juga tidak mampu meraih kemenangan setelah ditahan imbang

Keok Melawan Arema di Final Piala Presiden, Djanur Ungkap Tiga Kelemahan Persebaya
persebaya.id
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. 

TRIBUN-BALI.COM, MALANG - Tampil trengginas sejak awal turnamen, Persebaya Surabaya justru keok 0-2 oleh Arema FC pada leg kedua babak final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4/2019) malam.

Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora Bung Tomo, Bajul Ijo juga tidak mampu meraih kemenangan setelah ditahan imbang Singo Edan dengan skor 2-2, Selasa (9/4/2019).

Djadjang Nurdjaman, pelatih Persebaya, menjelaskan setidaknya ada tiga pekerjaan rumah yang harus dirampungkan Persebaya sebelum Liga 1 2019 bergulir.

1. Penyelesaian akhir buruk

Mantan pelatih Persib Bandung tersebut menyoroti anak asuhnya yang tidak mampu mengonversikan sejumlah peluang menjadi gol di kedua edisi final Piala Presiden 2019.

Baca: Live Streaming Liga Inggris Tottenham Hotspur vs Huddersfield Via beIN Sport, Kick-off 19.30 WITA

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini 13 April 2019: Aries Perhatikan Kesehatan, Capricorn Terseret Masalah

Baca: Detik-detik Kopassus Tangkap Mbah Suro, Dukun PKI Kebal Senjata Api, Akhirnya Seperti Ini

"Satu penyesalan buat kami, tidak bisa menampilkan permainan yang terbaik walaupun sebetulnya pertandingan bisa dikatakan cukup berimbang," ucap Djanur.

"Padahal sudah dibuat sedemikian rupa peluang itu dan cukup bagus tetapi penyelesaian akhir itu yang masih gagal sehingga kami mencatat itu semua untuk diperbaiki ke depan," Djanur menambahkan.

2. Penentuan kiper utama

Blunder fatal yang dilakukan oleh kedua penjaga gawang Persebaya, Miswar Saputra dan Abdul Rohim di kedua laga final Piala Presiden 2019 menunjukkan belum adanya sosok yang tangguh di bawah mistar gawang Persebaya.

"Kemarin (leg pertama) Miswar bikin kesalahan fatal sekarang (leg kedua) Rohim itu artinya memang butuh (jam terbang) ataukah grogi main di tim besar seperti Persebaya?"

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved