Kompetensi Perawat Lulusan Bali akan Disertifikasi, Ini Tanggapan Gubernur

Pemprov Bali akan mendukung agar lulusan keperawatan memiliki bekal yang memudahkan dalam mencari kerja.

Kompetensi Perawat Lulusan Bali akan Disertifikasi, Ini Tanggapan Gubernur
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster di acara HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke-45 di Institut Ilmu Kesehatan Bali, Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster mendukung adanya sertifikasi kompetensi untuk para perawat yang ada di Bali.

Pemerintah Provinsi Bali akan mendukung agar para lulusan keperawatan memiliki bekal yang memudahkan dalam mencari kerja, baik di Bali maupun di luar Bali.

Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber pada acara Seminar Kebijakan JKN-KBS dan Peningkatan Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan Primer untuk mendukung Universal Health Coverage dalam upaya Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diselenggarakan serangkaian HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia ke-45 di Institut Ilmu Kesehatan Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4/2019).

Gubernur Koster mengatakan, keberadaan perawat sangat penting, khususnya dalam memberikan perawatan kepada para pasien.

Sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Bali sudah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Gubernur Nomor 104 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) yang memberikan beberapa pelayanan tambahan dan kemudahan kepada para pengguna BPJS di Bali.

Tenaga kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat menjadi penunjang untuk pelayanan kesehatan yang baik.

Itu sebabnya Gubernur Koster menyambut baik aspirasi PPNI akan adanya sertifikasi sebagai pengakuan bagi kompetensi para perawat.

Dalam program legislasinya, Gubernur Koster mengatakan akan membuat Ranperda tentang standar pelayanan kesehatan.

“Saya menargetkan semuanya berstandar mulai dari rumah sakit sampai yang paling bawah puskesmas. Supaya pelayanan kesehatan itu bagus dan jika memungkinkan bisa tuntas di Puskesmas,” ujarnya.

Untuk memenuhi penyediaan tenaga kesehatan, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini juga mendukung adanya institusi pendidikan yang melayani profesi di bidang kesehatan.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved