Penanganan Rabies Rp 23 Miliar dan Pengakuan Dunia Anjing Kintamani Trah Asli Indonesia

Pemerintah Bali akan bertanggung jawab dalam memelihara, menjaga, dan melanjutkan kebijakan untuk perlindungan terhadap anjing Kintamani.

Penanganan Rabies Rp 23 Miliar dan Pengakuan Dunia Anjing Kintamani Trah Asli Indonesia
TRIBUN BALI/WEMA SATYA DINATA
Federation Cynologique Internationale (FCI) atau organisasi untuk perlindungan dan pengembangan semua trah dan galur murni anjing di dunia, secara resmi mengakui Anjing Kintamani Bali sebagai satu trah anjing asli Indonesia 

Penanganan Rabies Rp 23 Miliar dan Pengakuan Dunia Anjing Kintamani Trah Asli Indonesia

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Federation Cynologique Internationale (FCI) atau organisasi untuk perlindungan dan pengembangan semua trah dan galur murni anjing di dunia, secara resmi mengakui Anjing Kintamani Bali sebagai satu trah anjing asli Indonesia.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, adanya pengakuan ini, Pemerintah Bali akan bertanggung jawab dalam memelihara, menjaga, dan melanjutkan kebijakan untuk perlindungan terhadap anjing Kintamani.

Beberapa hal yang akan dilakukan Pemprov Bali setelah anjing Kintamani ditetapkan sebagai trah asli Indonesia.

Baca: Live Streaming Debat Pamungkas Capres 2019 Mulai Pukul 21.00 WITA Via Smartphone

Baca: Video Pria Melambai Ungkap Tugas Masing-masing Pelaku Pembunuhan Guru Honorer

Pertama, akan mendata anjing Kintamani di Bali untuk mengetahui kondisi dan persebarannya dan jumlah populasinya.

Kedua, terkait pembudidayaan dan penangkaran, maka akan disiapkan juga kawasan khusus untuk tempat memelihara anjing Kintamani supaya lebih terkontrol kemurniannya.

Dalam rangka menjaga kemurniannya, perkawinannya harus dengan sesama anjing Kintamani dan tidak boleh dilakukan kawin campur.

Ketiga, melakukan pengendalian penyakitnya, supaya anjing menjadi tetap sehat. Oleh karena itu lingkungannya juga harus diperhatikan.

“Kesehatannya harus terjaga. Jangan sampai ada rabies. Sekarang kan belum (tuntas),” kata Koster usai menggelar konferensi pers di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/4/2019).

Koster menyebut kontribusi Kementerian Pertanian RI untuk penanganan rabies di Bali sejumlah Rp 18 miliar, ditambah APBD Bali Rp 5 miliar.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved