Supir Truk Nyambi Kurir Narkoba, Terancam Hukuman Maksimal Seumur Hidup

Ketut Sosiawan (42) hanya bisa meratapi nasibnya saat didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Supir Truk Nyambi Kurir Narkoba, Terancam Hukuman Maksimal Seumur Hidup
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Ketut Sosiawan usai menjalani sidang perdananya di PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketut Sosiawan (42) hanya bisa meratapi nasibnya saat didudukkan di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Ia menjalani sidang dakwaan, lantaran diduga menjadi kurir narkotik jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Sebagaimana dakwaan yang dikenakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa yang berprofesi sebagai sopir truk angkutan material bangunan terancam pidana maksimal seumur hidup atau pidana paling singkat empat tahun penjara.

Terhadap dakwaan yang dibacakan Jaksa Cokorda Intan Merliany Dewie, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya tidak mengajukan keberatan.

Dengan tidak diajukan keberatan, sidang akan dilanjutkan, mengagendakan pembuktian. Namun sidang pembuktian yakni mendengarkan keterangan para saksi baru akan digelar dua pekan mendatang.

Baca: Dua Pria Tak Dikenal Dikeler Warga ke Polsek Kutsel, Kepergok Curi Uang Kepeng di Setra Jimbaran

Baca: Jual Narkoba Untuk Uang Tambahan, Harisona Masih Pikir-Pikir Divonis 8 Tahun

Sebagaimana dipaparkan dalam surat dakwaan, terdakwa asal Buleleng ini dikenakan dakwaan pertama dan kedua.

Dakwaan pertama dijelaskan, bahwa terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman.

Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Atau dakwaan kedua, tanpa hak atau melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut atau mentransito narkotik golongan I. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik," urai Jaksa Cok Intan dihadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa.

Pula diungkap dalam surat dakwaan awal ditangkapnya terdakwa. Mulanya pada hari Minggu, 18 November 2018 sekitar pukul 21.00 Wita terdakwa ditelepon oleh Andi untuk mengambil tempelan narkotik di Jalan Dewata, Sidakarya, Denpasar Selatan.

Baca: Bawaslu Bali Apel Siaga Patroli Masa Tenang, Siap Terjunkan 12.384 Pengawas TPS se-Bali

Baca: BB Mobil Ditemukan di Lombok, Polresta Denpasar Masih Kejar DPO WNA Rusia Pembobol Money Changer

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved