Aktivitas Melaut Mulai Normal, Nelayan Kedonganan Borong 10 Kapal Baru

Cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir Maret 2019 lalu, sempat membuat para nelayan di Pantai Kedonganan, Badung tidak melaut

Aktivitas Melaut Mulai Normal, Nelayan Kedonganan Borong 10 Kapal Baru
Tribun Bali/Rino Gale
Malik (56), nelayan asal Makassar saat ditemui di Pantai Kedonganan sedang mempersiapkan perahunya untuk berlayar mencari ikan, Minggu (14/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir Maret 2019 lalu, sempat membuat para nelayan di Pantai Kedonganan, Badung tidak melaut karena takut kondisi tinggi gelombang.

Namun, seminggu belakangan ini, para nelayan mulai melakukan aktivitas mereka untuk memenuhi kebutuhan ikan masyarakat.

Seperti Malik (56), salah seorang nelayan ini mengungkapkan, aktivitas para nelayan seminggu belakangan memang sudah mulai normal.

Kebanyakan nelayan mulai melaut pada sore hari dan kembali subuh.

Baca: Dengan Cara Sederhana Ini, Garam Bisa Dimanfaatkan untuk Mempercantik dan Menghaluskan Kulit

Baca: Ace Hardware Gatsu Barat Targetkan 60 Kantong Darah Dalam Acara Ayo Kita Donor Darah!

Hasil tangkapan, lanjut pria asal Makasar ini, ikan yang didapat bisa mencapai 100 kg dengan perkiraan harga jual mencapai Rp 500 ribu - Rp 1 juta.

"Ya cuaca belakangan ini sudah mulai normal, Mas. Mulai awal bulan ini, angin, gelombang dan petir sudah bersahabat. Makanya pada melaut semua," ungkapnya saat ditemui di sela-sela persiapannya melaut pada Minggu (14/4/2019).

Ia berharap kondisi seperti ini akan terus berlangsung, sehingga para nelayan bisa melaut dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Kita tetap memantau setiap informasi dari otoritas terkait seperti BMKG yang berkompeten dalam menganalisa perubahan cuaca. Kalau kita sih, berharap cuaca akan tetap seperti ini ke depannya, karena kalau terjadi cuaca ekstrem, tentu mematikan penghasilan kita. Tapi kalau memang situasinya sangat berbahaya, kita tetap mematuhi semua imbauan BMKG," ungkapnya.

Baca: Inilah Tanda-Tanda Anak Cerdas yang Sudah Bisa Dilihat dari Umur 2 Tahun

Baca: Jeremy Sinaga, Tahanan Polresta Denpasar Ngaku Kabur karena Kangen Istri

Bahkan, untuk meningkatkan hasil tangkapan saat ini, pihaknya juga sudah memborong 10 kapal nelayan baru dari Makassar.

Kapal baru tersebut tiba di Kedonganan pada Selasa (9/4/2019) lalu.

Kapal tersebut dibeli dengan harga Rp 10 juta per unit.

Dibelinya 10 kapal ini untuk meningkatkan hasil tangkapan menghadapi musim kemarau yang situasi lautnya relatif lebih kondusif.

"Karena mau masuk musim kemarau, tentunya diharapkan bisa meningkatkan tangkapan kita juga, dan berimbas pada peningkatan pendapatan," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved