Dinas PUPRKim Tegaskan Tidak Ada Penundaan Perbaikan Jalur Sulahan

Dinas PUPRKim Bangli tidak akan mengubah ataupun menunda kegiatan perbaikan jalan menuju pintu masuk Desa Sulahan

Dinas PUPRKim Tegaskan Tidak Ada Penundaan Perbaikan Jalur Sulahan
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Putar balik - salah seorang pengendara sepeda motor terpaksa putar balik ketika mengetahui badan jalan di pintu masuk Desa Sulahan tak lagi bersisa. Jumat (12/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kerusakan jalan menuju pintu masuk Desa Sulahan, Kecamatan Susut yang kian parah hingga tergerus total akibat hujan, oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli tidak akan mengubah ataupun menunda kegiatan perbaikan jalan.

Pernyataan tersebut secara otomatis juga menegaskan bahwa anggaran perbaikan jalan hanya menggunakan dana Rp 600 juta yang telah dianggarkan pada APBD Induk.

Dikonfirmasi Minggu (14/4/2019), Sekdis PUPRKim Bangli, I Made Soma mengaku telah memanggil pihak konsultan perencanaan untuk melakukan pengecekan ke lokasi, pasca diketahui jalan menuju kampung halaman Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Artha itu kembali jebol, Jumat (12/4/2019).

Pihaknya menekankan dari dana Rp 600 juta itu, prioritas utamanya akan dimanfaatkan untuk plat beton, pembangunan ulang Dinding Penahan Tanah (DPT) yang jebol, serta penimbunan.

“Kemarin saya sudah panggil konsultan perencanaannya untuk menghitung ulang. Perbaikan tetap dilaksanakan tahun ini, karena sudah masuk dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Memang saat ini prosesnya masih dalam tahap review DED (Detail Engineering Design), namun saya sudah tekankan pada PPK (Pejabat Pelaksana Kegiatan) secepatnya diselesaikan agar bisa segera masuk ke proses pelelangan,” tegasnya.

Baca: Wabup Suiasa Hadiri Semarak Menyambut Hari Kartini, Serahkan Dana Hibah Rp 2 M pada Banjar Cepaka 

Baca: Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan Hibah Rp 1,6 Miliar di Karangasem 

Dijelaskan, penggunaan plat beton pada eksekusi jalan jebol Desa Sulahan lebih pada mengganti ukuran diameternya, dari semula 1 meter lebih menjadi plat beton berukuran 2 meter.

Alasan ini dilatarbelakangi dari bekas debit air yang nampak pada gorong-gorong tersebut melebihi volume plat beton yang telah terpasang.

Lanjut Soma, mengingat pada kejadian sebelumnya jalan tersebut masih menyisakan lebar 1,5 meter dan saat ini seluruhnya tergerus total, disinyalir kerusakan DPT juga bertambah.

Sebab itu pihaknya merasa perlu melakukan pengukuran ulang untuk memastikan perlu dan tidaknya menambah panjang pembangunan DPT.

“Sebelumnya DPT yang jebol panjangnya mencapai 10 meter. Dengan jebol yang sekarang, bisa saja sampai 15 (meter). Apabila memang perlu memperpanjang, otomatis dari dana itu (Rp 600 juta) digunakan. Karenanya prioritas kami adalah pembangunan gorong-gorong di bawah dengan plat beton, pembangunan DPT, serta timbunan menggunakan bahan sirtu (pasir dan batu) sebab tekanannya lebih rendah daripada menggunakan tanah,” jelasnya.

Baca: Bupati Giri Prasta Kembali Serahkan Hibah di Klungkung, Giliran Banjarangkan dan Timuhun Dibantu

Baca: Wabup Suiasa Cairkan Hibah 4 M untuk Masyarakat Gulingan

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved