Pusat Bantu Rp 18 Milyar Tangani Rabies di Bali, Tiga Kabupaten Masuk Zona Merah

Kementerian telah menggelontorkan dana sekitar Rp 18 milyar tahun 2019 ini untuk menangani rabies di Bali supaya bisa secepatnya dilakukan vaksinasi

Pusat Bantu Rp 18 Milyar Tangani Rabies di Bali, Tiga Kabupaten Masuk Zona Merah
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita 

TRIBUN-BALI.COM - Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita berharap Bali segera bisa bebas rabies, karena dengan begitu tidak lagi mengancam pertumbuhan anjing ras Bali, dan tidak menganggu sektor pariwisata.

Lanjutnya, kementerian telah menggelontorkan dana sekitar Rp 18 milyar tahun 2019 ini untuk menangani rabies di Bali supaya bisa secepatnya dilakukan vaksinasi masal di daerah yang masuk zona merah.

Ditambah lagi Rp 5 milyar dari APBD Provinsi Bali.

Menurutnya pengendalian kasus rabies di luar zona merah sebenarnya sudah baik. Zona merah letaknya berada di tiga kabupaten yang didominasi di daerah pegunungan, yaitu Karangasem, Bangli dan Buleleng.

Sedangkan seperti di daerah Denpasar sudah 2 tahun belakangan tidak ada kasus positif rabies.

Baca: Mengaku Keluarga Berada di Biaung-Tabanan, Luh Ariani: Bilangnya Benci Sama Saya

Baca: Ketut Sandi Meninggalkan Motor yang Kehabisan Bensin, saat Kembali Sepeda Motornya Raib

“Pertempuan uang yang dikeluarkan (Rp 18 milyar dari Pusat dan Rp 5 milyar dari Provinsi) sebenarnya untuk tiga daerah itu,” ungkap Diarmita usai Konferensi Pers di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/4/2019).

Diarmita menuturkan kunci penanganan kasus rabies adalah para inseminator (petugas vaksinasi).

Intinya mereka konsisten, jujur, melaporkan dan melakukan vaksin, maka rabies bisa lebih cepat ditangani 

“Vaksin benar disuntikkan pada anjing, jangan batang pisang yang disuntik baru dilaporkan suntik anjing. Ini kan soal kejujuran,” ujarnya.

Ia menjamin kalau vaksinasi masal benar-benar dilakukan, maka kasus rabies di Bali bisa segera diakhiri. Sambungnya tidak ada hubungannya antara anjing liar dan tidak liar, yang terpenting vaksin sampai pada tubuh anjing. 

Baca: Pimpin LBH Women Crisis Centre, Ni Ketut Madani Tirtasari Dorong Perempuan Bersuara dan Berdaya

Baca: Kronologi Bocah di Babel Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai, sang Ibu Berteriak Histeris

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved