Velis, Anjing Kintamani dengan Lincah Pungut Sampah Plastik di Hadapan Gubernur Bali

Seekor anjing kintamani bernama Velis berkesempatan menunjukkan kemampuannya di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster

Velis, Anjing Kintamani dengan Lincah Pungut Sampah Plastik di Hadapan Gubernur Bali
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Velis, anjing kintamani yang sedang menunjukkan kemampuannya di hadapan Gubernur Bali, Sabtu (13/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seekor anjing kintamani bernama Velis berkesempatan menunjukkan kemampuannya di hadapan Gubernur Bali, Wayan Koster saat acara konferensi pers di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/4/2019).

Pada kesempatan itu, Velis nampak sangat lincah memungut sampah plastik yang dilempar pelatihnya, kemudian dimasukkan ke dalam tempat sampah.

Selain itu dia bergerak sangat lincah mengikuti arahan sang pelatih.

Pelatih asal Penebel Kabupaten Tabanan, I Wayan Suardana mengatakan Velis sudah dilatihnya selama 11 bulan. Usianya kini sudah hampir 9 tahun.

Ia menuturkan mengalami kesulitan dalam melatih dan  juga  harus teliti karena anjing yang baru ditetapkan sebagai anjing ras asli Indonesia ini merupakan anjing pendatang baru.

Baca: Pusat Bantu Rp 18 Milyar Tangani Rabies di Bali, Tiga Kabupaten Masuk Zona Merah

Baca: Anjing Kintamani Diakui Organisasi Internasional sebagai Trah Anjing Asli Indonesia

“Memang agak sulit, jarang orang bisa sukses melatih anjing kintamani. Di rumah baik, begitu di luar kabur dia,” ungkapnya.

Sebulan, Suardana digaji Rp 3 juta oleh sang pemilik, dengan mengajarkan anjing tersebut memungut sampah plastik dan dilatih agility (ketangkasan).

Velis disebut sudah lulus ujian Begleitshund/BH  (pelatihan untuk anjing pendamping, dinilai kepatuhannya) dan agility.

Suardana menyampaikan pemeliharaan anjing kintamani cukup mudah yaitu dengan menjaga kebersihannya dan memberi makan secara teratur.

Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, I Ketut Diarmita mengatakan sejak tahun 2014, sesuai SK Menteri Pertanian RI Nomor 581/Kpts/SR.120/4/2014, anjing kintamani sudah ditetapkan sebagai anjing rumpun lokal oleh Kementerian Pertanian.

Baca: Cara Anjing Pelacak Ungkap Aksi Dua ABG Asal Desa Abuan, Hasil Curian Dipakai Foya-foya

Baca: Zona Merah Rabies Bertambah 6 Titik, Meningkat Berdasar Temuan Kasus Gigitan Anjing

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved