Polusi Udara Ternyata Bisa Memperpendek Umur Manusia Dua Tahun atau Lebih

Jumlah korban kematian karena polusi udara bisa melebihi kasus malaria, kecelakaan lalulintas, kekurangan gizi ataupun

Polusi Udara Ternyata Bisa Memperpendek Umur Manusia Dua Tahun atau Lebih
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivis yang menamakan diri Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Dalam rangkaian aksinya, mereka juga mengajukan notifikasi gugatan warga negara kepada tujuh tergugat, yaitu Presiden RI, Menteri LHK, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten, sebagai bentuk kekecewaan kepada pemerintah yang dinilai lalai menangani polusi udara di Jakarta. 

Polusi Udara Ternyata Bisa Memperpendek Umur Manusia Dua Tahun atau Lebih

TRIBUN-BALI.COM- Polusi udara dapat memperpendek usia orang hingga 20 bulan, dan hal ini sangat berimbas pada kawasan Asia Selatan.

Laporan Global Air Report yang diterbitkan oleh Health Effects Institute di Amerika dan Universitas British Columbia di Kanada menyebutkan, polusi udara adalah penyebab ke-5 paling besar yang memperpendek usia manusia.

Jumlah korban kematian karena polusi udara bisa melebihi kasus malaria, kecelakaan lalulintas, kekurangan gizi ataupun kecanduan alkohol.

Tetapi, tingkat kematian dini itu tidak sama di seluruh dunia. Orang yang dilahirkan di kawasan Asia Selatan akan mati 30 bulan lebih cepat karena adanya polusi udara, baik di dalam maupun di luar rumah.

Di kawasan Asia Timur, kata studi itu, polusi udara memperpendek usia dengan 23 bulan, dibanding hanya 20 minggu, atau sekitar lima bulan di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Utara.

Baca: Dari Syahrini Hingga Nia Ramadhani, Ini 6 Sosok Istri Bos TV Swasta di Indonesia yang Kaya Raya

Baca: Terungkap Identitas Wanita Korban Pembunuhan 27 Tusukan di Hotel Benhil, Ternyata Mahasiswa 18 Tahun

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Senin 15 April 2019, Cancer Kembali Jatuh Cinta

Laporan yang menggunakan data sampai tahun 2017 itu memperkirakan, apabila tingkat polusi udara bisa disesuaikan dengan petunjuk Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, maka tingkat harapan hidup di Bangladesh bisa diperpanjang sampai 16 bulan, dan orang di India, Nigeria dan Pakistan bisa mengharapkan hidup lebih panjang satu tahun.

Walaupun ada usaha untuk mengurangi tingkat polusi, China merupakan negara yang paling tinggi tingkat kematiannya karena polusi udara.

Tahun 2017 saja ada 852.000 orang yang meninggal karena penyakit yang disebabkan polusi udara.

Kelima negara yang tingkat kematiannya paling tinggi terdapat di Asia; yaitu China, India, Pakistan, Indonesia dan Bangladesh.

Polusi udara yang disebabkan penggunaan batu bara, kayu atau arang untuk memasak atau memanasi rumah, banyak terdapat di Asia Selatan, Asia Timur dan Afrika sub-Sahara.

Hampir separuh penduduk dunia terkena polusi udara dalam rumah, termasuk 846 juta orang di India dan 452 juta di China.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ancaman Nyata Polusi Udara, Bisa Perpendek Umur 20 Bulan atau Lebih

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved