Setop Pembajakan, Ini Gebrakan yang Dilakukan Gubernur Bali

Bali punya banyak pengalaman pahit karena klaim pihak luar terhadap karya seni, budaya tradisi Bali.

Setop Pembajakan, Ini Gebrakan yang Dilakukan Gubernur Bali
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara jumpa pers tentang Rapergub mengenai Pelindungan Hasil Karya Budaya Bali di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, di Renon, Denpasar, Bali, Senin (15/4/2019). 

Setop Pembajakan, Ini Gebrakan yang Dilakukan Gubernur Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengeluarkan gebrakan baru berupa Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) Tentang Pelindungan Hasil Karya Budaya Bali.

Hal itu mengemuka pada jumpa pers Gubernur Wayan Koster dengan awak media di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Senin (15/4/2019).

Peraturan ini dirancang sebagai payung hukum dan langkah antisipasi pembajakan atau klaim pihak tertentu atas Karya Budaya Bali yang adi luhung.

Karya yang akan memperoleh pelindungan, termasuk kuliner khas Bali, seperti lawar.

Koster dalam keterangan persnya mengurai, di masa lalu Bali punya banyak pengalaman pahit karena klaim pihak luar terhadap karya seni, budaya tradisi Bali.

Ia lantas mencontohkan kasus tari pendet yang sempat diklaim negara tetangga, desain kerajinan perak yang diklaim sebagai milik pengusaha asing hingga kasus peniruan atau pemalsuan desain wastra Bali.

"Saya banyak mendengar dan mencermati betapa kekayaan intelektual komunal tradisional Bali, kekayaan intelektual industri dan hak cipta yang mengandung nilai filosofis, kearifan lokal dan keluhuran sering diklaim kepemilikannya untuk tujuan komersial dan kepentingan lainnya," ujar Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Hal tersebut membuatnya sangat prihatin karena hal itu menunjukkan masih kurangnya peran Pemerintah Daerah dalam nindihin (melindungi) hasil karya budaya Bali.

Karena itu, setelah dirinya terpilih sebagai Gubernur Bali, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberi arahan agar membuatkan peraturan untuk memberikan pelindungan hukum secara konkrit guna menghentikan pembajakan terhadap budaya Bali.

Hal-hal penting yang diatur dalam Rapergub ini diantaranya, Pemerintah Provinsi Bali memastikan segera menginventarisasi dan memberi pengakuan resmi atas hasil karya budaya Bali yang bersifat kekayaan intelektual komunal, kekayaan intelektual industri dan hak cipta untuk dilindungi secara hukum.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved