H-1 Pemilu, 572 Surat Suara Rusak dan Kelebihan di Denpasar Dimusnahkan

Selasa (16/4/2019) bertempat di halaman kantor KPU Denpasar, Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar dilaksanakan pemusnahan surat suara rusak atau cacat

H-1 Pemilu, 572 Surat Suara Rusak dan Kelebihan di Denpasar Dimusnahkan
Tribun Bali/Putu Supartika
Pemusahan surat suara rusak dan kelebihan di KPU Kota Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Selasa (16/4/2019) bertempat di halaman kantor KPU Denpasar, Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar dilaksanakan pemusnahan surat suara rusak atau cacat dan kelebihan.

Sebanyak 572 surat suara dimusnahkan dengan cara dibakar yang disaksikan langsung oleh komisioner KPU, Bawaslu dan pihak kepolisian.

Adapun rincian surat suara yang dimusnahkan yakni, Surat Suara DPR RI rusak sebanyak 9 lembar dan kelebihan 263 lembar.

Surat suara DPD Dapil Bali dimusnahkan sebanyak 110 lembar kelebihan.

Sedangkan surat suara DPRD Provinsi Dapil 1 Kota Denpasar dimusnahkan sebanyak 1 lembar.

Baca: Perhatikan 5 Hal Berikut Sebelum Mencoblos, Jangan Sampai Surat Suara Anda Tidak Sah

Baca: Riyasa Sebut Perlu Ada Pendampingan, Simulasi KPU Badung Warga Kesulitan Lipat Surat Suara

Surat suara DPRD Kota Denpasar Dapil 1 sebanyak 31 lembar, Dapil 2 sebanyak 3 lembar, Dapil 3 sebanyak 30 lembar, Dapil 4 sebanyak 120 lembar, dan Dapil 5 sebanyak 4 lembar surat suara rusak dan 4 lembar kelebihan.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya mengatakan pemusnahan ini mengacu pada Surat Edaran KPU RI Nomor 667 Tahun 2019 yang menyatakan bahwa logistik yang rusak atau cacat dan kelebihan wajib dimusnahkan H-1 sebelum pelaksanaan pemilu.

Baca: KPU Badung Mulai Distribusikan Logistik 7.055 Kotak Surat Suara

Baca: KPU Bertolak ke Malaysia Tindaklanjuti Kabar Surat Suara Pemilu yang Tercoblos

"Setelah melakukan rapat pleno menetapkan sejumlah surat suara rusak dan kelebihan pasca distribusi, kami melakukan pemusnahan. Untuk surat suara presiden dan wakil presiden tidak ada dimusnahkan karena sudah lengkap dan yang rusak ditarik oleh percetakan," kata Arsa Jaya.

Surat suara yang masuk kategori surat suara rusak, yaitu gambarnya tidak jelas, sobek, dan ada bercak tinta yang berpotensi membingungkan. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved