Soal Penahanan Alit Wiraputra & Sudikerta, Golose Tegaskan Tak Ada Unsur Politik

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose menyatakan Polda Bali akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penipuan yang disangkakan kepada Ketua Kadin Bali

Soal Penahanan Alit Wiraputra & Sudikerta, Golose Tegaskan Tak Ada Unsur Politik
Tribun Bali/Busrah Syam Ardan
Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyatakan sikap tegasnya terhadap kasus mafia tanah di Denpasar, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose menyatakan Polda Bali akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penipuan yang disangkakan kepada Ketua Kadin Bali Anak Anak Agung Alit Wiraputra dengan cara yang profesional sesuai koridor hukum yang berlaku.

Golose pun menegaskan, kasus ini tak ada kaitannya dengan unsur politik menjelang pemilu legislatif ini.

Kasus ini murni tindak pidana. 

"Jadi jangan dikait-kaitkan. Dan sudah diketahui bersama bahwa saya tidak pernah melaksanakan itu tanpa dasar hukum," kata Golose usai melaksanakan teleconference mengenai Pemilu di Mapolda Bali, Senin (15/4) siang.

Baca: Istri Alit Wiraputra Percaya Suaminya Tak Bersalah, Ratna: Kebenaran Akan Dibongkar

Seperti diketahui, Alit merupakan Caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Gerindra.

Sebelumnya, Polda Bali juga menangkap dan menahan Caleg DPR RI dari Partai Golkar I Ketut Sudikerta, yang juga mantan Wakil Gubernur Bali.

Penangkapan dan penahanan dua caleg dalam waktu berdekatan ini pun memunculkan isu politis.

Namun Golose sekali lagi membantahnya, dan menyatakan ia tak pernah pandang bulu.

"Semuanya dilakukan berdasarkan standard operating procedure (SOP). Semuanya mengikuti hukum acara pidana dan sekali lagi tidak memandang bulu. Jadi semua kita lakukan untuk NKRI," kata dia lagi.

Baca: Babak Baru Dugaan Kasus Penipuan AA Alit Wiraputra, Polisi Periksa Dua Pejabat Pemprov Bali Ini

Dijelaskan kasus ini murni sebagai tindakan hukum atau pidana. Dalam hal ini berdasarkan kacamata dari penyidik.

"Penyidik yang mengambil keputusan saya hanya mengamini," tuturnya.

Jenderal bintang dua ini juga berkomentar mengenai tanggapan Gubernur Bali periode 2008-2018 Made Mangku Pastika, terkait keterlibatan anaknya dalam kasus Ketua Kadin Bali ini.

"Saya tidak tahu kapasitas Made Mangku sebagai lawyer atau sebagai bapak. Itu biasa," terangnya.

Namun ia menilai bahwa yang menjalani kasus saat ini adalah Ketua Kadin Bali, dan urusan berikutnya masih dalam proses pemeriksaan.

"Jadi saya tidak lewat dari proses pemeriksaan itu sendiri," katanya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved