57 Warga Pemegang Formulir A5 di Kuta Terancam Tidak Bisa Mencoblos di Pilpres 2019

Dari pagi hingga saat ini, mereka terlihat bersikeras untuk menunggu solusi untuk membela hak suaranya.

57 Warga Pemegang Formulir A5 di Kuta Terancam Tidak Bisa Mencoblos di Pilpres 2019
Tribun Bali / Rino Gale
Suasana warga pemegang formulir A5 masih tetap menunggu di TPS 21, Banjar Pering, Kuta, Badung, Bali, Rabu (17/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Sebanyak 57 warga yang memegang formulir A5 tidak bisa mencoblos di TPS 21,Banjar Pering, Kuta, Badung pada Rabu (17/4/2019) dengan alasan surat suara untuk pemilih tambahan atau pemegang A5 tidak mencukupi.

Dari pagi hingga saat ini, mereka terlihat bersikeras untuk menunggu solusi untuk membela hak suaranya. 

Salah satunya Erik Nainggolan, seorang warga yang memegang formulir A5 menunggu sejak pukul 08.30 Wita.

Namun, sampai saat ini masih belum diberi kepastian terkait solusi

"Jadi kami tidak memilih, katanya solusinya lagi dicarikan surat suara yang kurang. Sedangkan kita sudah bawa A5 di sini dari KPU Badung. Permasalahnya, kenapa kita tidak bisa memilih, padahal surat ini sudah menunjukan bahwa mencoblos di TPS ini. Alasannya surat yang disediakan ada empat, sedangkan kita yang A5 lebih dari empat. Intinya kita terdaftar di sini (DPTb). Kami bawa A5 tapi tak bisa mencoblos," ujarnya

"Solusinya lagi dicarikan berapa kurangnya surat suaranya. sedangkan kami sudah bawa A5 yang dikeluarkan KPU Badung. Mengapa kami tak bisa mendaftar di sini, karena kita memegang A5. Mengapa dia bilang surat suaranya tak ada. Sedangkan dari komisiober solusinya belum pasti. Sampai kapan batasnya," tambahnya

Sementara itu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kuta, Mangku Nguja, mengungkapkan,  dalam regulasinya, surat suara hanya lebih dua persen dari total DPT.

Artinya jika DPT sejumlah 187, maka surat tambahannya hanya empat biji.

Padahal pemegang A5 yang berada di TPS ini jumlahnya 57.

"Ini yang membuat kita menjadi kesulitan, semua menuntut untuk bisa memilih. Kalau regulasi memang semua berhak memilih," ungkapnya

Nguja menambahkan, di Kuta kerap terjadi hal seperti ini dan masih saja terulang.

"Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. KPU prediksi hanya 80 persen yang datang. Namun, antusiasme tinggi. Terus bagaimana kita bisa menjelaskan. Mereka sudah dikasih nomor TPS tapi surat suara tak ditambah," jelasnya

Sampai saat ini pun, warga pemegang formulir A5 masih tetap di TPS 21 untuk menunggu keputusan atau solusi dari pihak panitia. (*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved