Ketua PSSI Bali Ketut Suardana Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Ketua PSSI Bali Ketut Suardana Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Ketua PSSI Bali Ketut Suardana Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan
DOK PRIBADI
Ketut Suardana didampingi istri dan kerabat usai menerima gelar doktor, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM- Ketua Asprov PSSI Bali, Ketut Suardana berhasil meraih gelar pendidikan Doktor Ilmu Agama dengan predikat sangat memuaskan di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Selasa (16/4/2019) siang.

Desertasi ilmu agama Pria asal Ubud ini, diterima dengan nilai sangat memuaskan.

Ia didukung oleh pembimbing atau promotor Prof Dr I Nyoman Dharma Putra dan co promotor Prof. Nengah Duije, dan Dr. Drs. I Ketut Suardana,M. Fil. H

Beliau mulai memakai gelar doktor ilmu agama dan segala hak dan kewajiban serta kehormatan yang melekat pada gelar tersebut sejak kemarin, Selasa (16/4/2019).

Program Pasca Sarjana IHDN Denpasar menyampaikan selamat kepada I Ketut Suardana atas keberhasilan yang diraih.

Terkait pencapaian itu, kepada Tribun Bali dirinya menjelaskan, motivasi mengambil gelar doktor karena ingin meningkatkan pengetahuan.

"Saya ambil doktor ilmu agama, karena saya anggap dan yakini bahwa pengetahuan itu adalah sahabat utama dalam artian Tuhan itu sendiri. Kalau kita sudah memiliki pengetahuan, kita memiliki sahabat utama itu.
Segala permasalahan kita nanti, pasti ada jalan keluarnya," jelas Ketut Suardana.

Menurut dia, pengetahuan itu berkembang secara terus menerus,  berkelanjutan tanpa batas.

"Dengan pengetahuan kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain yang bisa menjadi kontribusi bagi dia.
Pengetahuan adalah kunci dari segala bentuk kehidupan. Sehingga saya dengan segala kekurangan dan aktivitas, meski banyak urusan, tapi saya tetap bagian dari orang yang menuntut ilmu," katanya.

Meski Aktivitas padat, sebagai pengusaha di Ubud, menjalankan kegiatan desa adat, mengelola PSSI Bali dan kuliah pascasarjana di IHDN Denpasar, Ketut Suardana bisa meraih gelar dengan status sangat memuaskan.

"Delapan tahun saya belajar doktor di pascasarjana. Dalam waktu itu, saya menjalani menggunakan skala prioritas. Mana yang harus didahulukan dalam setiap aktivitas, sehingga semua berjalan seimbang," ungkap Ketut Suardana.

Disertasi atau tesis yang diangkat Ketut Suardana adalah, "wisata spiritual di Ubud, Gianyar".

Bagi dia, setiap manusia harus memiliki spritual yang kuat.

"Contoh, seorang pesepakbola, jika tidak memiliki spirit latihan, atau bertanding, penampilan mereka tidak seimbang dan kuat. Dengan adanya spiritual, bisa memotivasi, secara psikologis dan fisik, juga memberikan kekuatan yang dasyat bagi orang itu," jelasnya.(*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved