Pemilu 2019

Laporan Dugaan Money Politic di Jembrana Jelang Coblosan, Satu Suara Dihargai Rp 400 Ribu

Sejumlah warga Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Jembrana, mendatangi Kantor Bawaslu Jembrana, Selasa (16/4) siang.

Laporan Dugaan Money Politic di Jembrana Jelang Coblosan, Satu Suara Dihargai Rp 400 Ribu
Tribun Bali/Rizal Fanany
Surat suara rusak dan kelebihan dibakar di Kantor KPU Denpasar, Selasa (16/4/2019). Total sebanyak 572 surat suara dimusnahkan baik surat suara DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD Kota. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sejumlah warga Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Jembrana, mendatangi Kantor Bawaslu Jembrana, Selasa (16/4) siang.

Mereka melaporkan dugaan money politic atau politik uang dari seorang calon legislatif (caleg) DPRD Jembrana sebesar Rp 400 ribu.

Seorang warga Lelateng berinisial YH menuturkan, informasi dugaan politik uang itu didapat dari PRM yang merupakan tetangganya.

PRM mengatakan ada warga mendapat uang Rp 400 ribu.

Uang itu diberikan HS, seorang tim pemenangan salah satu caleg DPRD Kabupaten Jembrana.

Warga diberikan uang Rp 400 ribu agar memberikan suara atau mencoblos caleg tersebut pada Pemilu Serentak 2019, Rabu (17/4) hari ini.

Akhirnya, YH melaporkan adanya dugaan politik uang ini ke Bawaslu Jembrana secara tertulis.

"Kami berharap laporan kami ditindaklanjuti dan diantisipasi, jangan sampai terjadi pelanggaran dan kecurangan di lapangan. Tapi karena ini sangat sensitif kami harapkan media tidak menyebutkan nama kami di media," kata YH, kemarin.

Laporan warga tersebut diterima Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliyawan, anggota Kordiv Penindakan dan Pelanggaran Nyoman Westra, serta Sekretariat Bawaslu.

Pande membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Namun, laporannya dianggap belum memenuhi syarat formal.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved