Sebutir Peluru Lumpuhkan Rahman, Sing Kapok Meski Sudah Tiga Kali Masuk Penjara

Abdurrahman (40), warga Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana tersebut terlibat pencurian emas

Sebutir Peluru Lumpuhkan Rahman, Sing Kapok Meski Sudah Tiga Kali Masuk Penjara
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
DITEMBAK - Sebutir peluru menembus Kaki Abdurrahman (40). Ia ditembak polisi karena coba melarikan diri saat ditangkap. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sebutir peluru menembus kaki Abdurrahman (40).

Ia ditembak polisi karena coba melarikan diri saat ditangkap.

Warga Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana tersebut terlibat pencurian emas.

Dengan ini, sudah empat kali ia berurusan dengan polisi.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita mengatakan, Rahman sapaan residivis ini mencuri perhiasan milik Masriadi (23) yang tak lain adalah tetangganya.

"Karena dalam penangkapan ada perlawanan, maka kami ambil tindakan (tembak, red)," ucap AKP Yogie, Selasa (16/4/2019).

Peristiwa ini terjadi Sabtu (13/4/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

Rahman masuk dan keluar melalui jendela rumah yang dalam keadaan tidak terkunci.

Polisi berhasil mengikuti jejak pelaku setelah melakukan penelusuran ke sejumlah toko emas.

"Dari laporan korban itu, kemudian dilakukan pengejaran dan penelusuran keberadaan tersangka. Pihaknya menyasar tempat-tempat toko penjualan emas. Didapati di sekitaran Pasar Umum Negara saat mau menjual emas," jelasnya.

Baca: Alasan MK Terkait Quick Count Baru Boleh Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Baca: Belum Ada Warga Bangli yang Berminat Ikut Transmigrasi, Kondisi Lahan Berbatu Jadi Alasan

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved