Sempat Digusur Pada 2017 Silam, Warga Kampung Bugis Serangan Justru Makin Antusias Gunakan Hak Pilih

Pada perhelatan pemilu kali ini, warga Kampung Bugis mencoblos di TPS 11 yang berlokasi di SD 3 Serangan, Denpasar.

Sempat Digusur Pada 2017 Silam, Warga Kampung Bugis Serangan Justru Makin Antusias Gunakan Hak Pilih
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
Anak-anak di Kampung Bugis bercanda ria di areal pengungsian Rabu (17/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puluhan tenda masih berjejer di kawasan pengungsian warga Kampung Bugis, Serangan, Denpasar, Bali, Rabu (17/4/2019).

Meski sempat digusur oleh pemerintah pada awal Januari 2017 silam, namun seluruh warga Kampung Bugis Serangan tetap antusias menggunakan hak pilih mereka pada pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilu legislatif kali ini.

"Bahkan untuk pemilihan sekarang antusias warga kami meningkat," kata Kepala Lingkungan Kampung Bugis, Muhadi.

Pada perhelatan pemilu kali ini, warga Kampung Bugis mencoblos di TPS 11 yang berlokasi di SD 3 Serangan, Denpasar.

Hingga siang pukul 13.00 wita, terlihat warga Kampung Bugis masih berbondong-bondong untuk datang ke TPS tersebut untuk mencoblos.

Salah satu warga Kampung Bugis, Ishat (55) mengaku pusing pada pemilu kali ini.

Sebab, ia belum paham betul bagaimana teknis mencoblos lantaran surat suara terlalu banyak.

Ia pun mengaku cuma menggunakan hak pilih untuk presiden dan wakil presiden saja.

"Pusing saya. Terlalu banyak kertas. Saya coblos untuk presiden saja, kalau caleg caleg saya tidak ikut coblos," kata pria yang mengaku rumahnya ikut digusur pada 2017 silam itu kepada Tribun Bali.

Saat Tribun Bali berkunjung ke kawasan pengungsian warga Kampung Bugis, terlihat sejumlah warga duduk di antara tenda-tenda dan terpal yang menjadi tempat tinggal mereka.

Ada sekitar 50 kepala keluarga warga Kampung Bugis yang rumahnya digusur pada 3 Januari 2017 silam.

Waktu itu, sempat terjadi aksi pembelaan oleh warga Kampung Bugis, namun akhirnya mereka tak berdaya dan rumah mereka rata dengan tanah dalam hitungan jam.

"Saya rugi puluhan juta waktu itu. Rumah saya habis. Belum sempat pindahin barang-barang," kata Ishat sembari berharap siapapun yang menang dalam pilpres kali ini agar memperhatikan nasib mereka.

Ketua KPPS di TPS 11 Serangan, Muhammad Syukur mengatakan, jumlah warga pemilih di TPS tersebut sebanyak 263 orang. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved