Pemilu 2019

Seniman Gila Aboetd Gelar Pameran di TPS Batanancak Ubud, Sebut Stress Hilang Jika Lihat Lukisannya

Seniman lukis yang dikenal eksentrik, Aboetd tidak pernah kehabisan akal dalam memperkenalkan seni lukisnya pada masyarakat.

Seniman Gila Aboetd Gelar Pameran di TPS Batanancak Ubud, Sebut Stress Hilang Jika Lihat Lukisannya
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Seniman lukis, Aboetd saat menggelar pameran di TPS Banjar Batanancak, Desa Mas, Ubud, Rabu (17/4/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seniman lukis yang dikenal eksentrik, Aboetd tidak pernah kehabisan akal dalam memperkenalkan seni lukisnya pada masyarakat.

Kali ini, ia memanfaatkan momen pencoblosan di TPS 08-12 Banjar Batanancak, Desa Mas, Kecamatan Ubud untuk menggelar pameran lukisan.

Pantauan Tribun-Bali.com di TPS yang berlokasi di SD Negeri 6 Mas, Rabu (17/4/2019), Aboetd tampak menggantung sejumlah lukisan tanda tangannya di pepohonan sekolah.

Lantaran jumlah warga yang melihat relatif sedikit, ia lantas mengikat lukisannya pada tongkat eksis (tongsis) lalu berkeliling ke kerumunan masyarakat yang tengah menunggu giliran mencoblos.

Pria asal Banjar Batanancak tersebut mengatakan, dirinya sudah melakukan pameran sejak pukul 09.00 Wita.

Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan hiburan pada masyarakat yang hadir di TPS, serta agar masyarakat lebih mengenal lukisannya.

'Pameran dari jam 9 pagi. Pameran berupa lukisan tanda tangan, lukisan biasa dan sketsa juga ada. Tujuannya untuk menyemarakkan pemilu, memberikan hiburan di TPS biar orang tidak bosan," ujarnya di TPS yang memiliki 1.500 orang pemilih itu.

"Pameran kali ini isi nyeket orang yang lagi bengong. Selain digantung, juga pameran berjalan menggunakan tongkat. Soalnya kalau diam di satu tempat, tidak ada yang melihat," ucapnya.

Tak hanya itu, Aboetd juga membuat lukisan-lukisan kecil diameter 5 cm x 5 cm yang ditaruhnya di setiap bilik suara, dengan tujuan masyarakat yang hendak mencoblos, bisa terhibur.

"Lukisan kecil juga ada, saya taruh ditempat nyoblos. Soalnya sekarang kan banyak surat yang harus dicoblos, kadang orang-orang tua jadi stres. Dengan melihat lukisan saya, stresnya jadi hilang," ujarnya.

Aksi pameran yang dilakukan Aboetd di tempat-tempat yang tak biasa, membuatnya mendapatkan julukan seniman gila.

Namun Aboetd sendiri tak mempermasalahkan hal tersebut, karena ia sendiri juga menyebut dirinya gila.

Namun gila dalam berkarya.

"Saya dikira gila, tapi saya memang seniman gila. Tapi saya hanya gila dalam berkesenian. Kegilaan saya ini menurut saya berguna. Kalau gila kan tak kenal rasa malu. Rasa malu adalah pengganggu kebebasan. Dari kebebasan inilah saya terus memiliki ide," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved