Residivis Didor karena Melawan saat Ditangkap, 10 Spesialis Pencurian Diringkus Polres Jembrana

Polres Jembrana berhasil mengungkap sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sejumlah wilayah Jembrana

Residivis Didor karena Melawan saat Ditangkap, 10 Spesialis Pencurian Diringkus Polres Jembrana
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kasat Reskrim Polres Jembrana menunjukkan barang bukti kejahatan para tersangka curat yang berhasil diamankan dalam Operasi Sikat Agung 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Polres Jembrana berhasil mengungkap sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sejumlah wilayah Jembrana.

Satreskrim Polres Jembrana meringkus 10 orang spesialis pencurian di malam hari, juga diamankan dua pelaku yang telah menjadi target operasi (TO).

Polisi juga menghadiahi timah panas di betis salah satu residivis karena melawan saat dilakukan penangkapan.

Diungkapkan, salah seorang pelaku masih anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Paramagita menyatakan, dalam Operasi Sikat Agung 2019 yang digelar mulai 26 Maret 2019, pihaknya berhasil mengungkap sejumlah kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di sejumlah TKP.

"Dari 10 kasus curat yang berhasil kami ungkap, diamankan 10 pelaku. Dua orang merupakan TO (target operasi) kami,” ujarnya, kemarin.

Baca: Lahan Pertanian Produktif Sisa 2.170 Ha, Perumahan Banyak Gusur Area Pertanian

Baca: KRI Alugoro 405 Resmi Diluncurkan, Menhan Ungkap Kecanggihan Teknologi & Keunggulannya Ini

Yogie menuturkan, salah seorang pelaku curat merupakan residivis yang melawan saat hendak diringkus, sehingga terpaksa dilumpuhkan dan ditembak pada bagian betis kanan.

Residivis yang dihadiahi timah panas adalah Abdurrahman (40) warga Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.

Tersangka Abdurrahman melakukan pencurian perhiasan emas di rumah korban, Masriadi (23), warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana pada Sabtu (13/4/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

"Tersangka kami amankan satu jam setelah kejadian, saat akan menjual perhiasan emas hasil curiannya. Karena tersangka melawan dan berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan perlawanan,” ungkapnya.

Sedangkan lainnya, sambung Yogie, adalah dua TO kasus pencurian HP yakni Sofyan Hadi (21) nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan serta I Gusti Kade Putra Arya (22) warga Banjar Delod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Mendoyo.

Baca: Hasil Real Count KPU, Prabowo-Sandi Sempat Unggul saat Dini Hari, Per Pukul 09.15 Ini Hasilnya

Baca: 10 Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Ajari Bersyukur dan Menerima Kegagalan

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved