Sudikerta Nyoblos Pakai Baju Tahanan di Rutan Polda Bali, Saat Ditanya Wartawan Begini Responnya 

Sudikerta yang menjadi tersangka dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan TPPU ini menggunakan hak pilihnya di Rumah Tahanan Polda Bali.

Sudikerta Nyoblos Pakai Baju Tahanan di Rutan Polda Bali, Saat Ditanya Wartawan Begini Responnya 
Tribun Bali/Firizqi Irwan
NYOBLOS - Mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta, saat melakukan pencoblosan di Rutan Polda Bali di Denpasar, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta, ikut menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019, Rabu (17/4).

Sudikerta yang menjadi tersangka dugaan kasus penipuan, penggelapan, dan TPPU ini menggunakan hak pilihnya di Rumah Tahanan Polda Bali.

Politikus Golkar yang juga Caleg DPR RI ini menyalurkan suaranya menggunakan baju tahanan berwarna oranye dengan nomor 038.

Sudikerta juga memakai masker untuk menutupi wajahnya.

Ketua KPU Kota Denpasar, Wayan Arsa Jaya, mengatakan pihaknya secara khusus memberi pelayanan pemilihan kepada tahanan di Polda Bali.

"Dari data yang kami terima ada sebanyak 43 tahanan. Ternyata, hanya 16 (tahanan) yang bisa kami layani dengan menggunakan A5," ujarnya, kemarin.

Arsa mengatakan tahanan yang melakukan pencoblosan menggunakan formulir A5.

Hal ini membuat Sudikerta mendapatkan tiga surat suara yakni Pilpres, DPR RI, dan DPD RI.

"Salah satu pemilh atas nama I Ketut Sudikerta juga menggunakan hak pilih di Rutan Polda Bali, yang bersangkutan terdaftar di DPT Kabupaten Badung. Jadi pada saat proses pemilihan ini hanya mendapatkan tiga surat suara saja. Untuk pemilihan Presiden, DPR RI, dan DPD," ungkapnya

Sudikerta sendiri merupakan Caleg DPR RI Dapil Bali dari Partai Golkar.

Halaman
1234
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved