Tabanan Tunggu Bantuan Alat dari Jepang, Pengelolaan Sampah Organik di TPA Mandung

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan akan membangun pabrik pengolah sampah organik (kompos) untuk mengurangi tumpukan sampah tersebut

Tabanan Tunggu Bantuan Alat dari Jepang, Pengelolaan Sampah Organik di TPA Mandung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sampah tampak meluber ke jalan di salah satu TPS yang terletak di wilayah Kediri, Tabanan, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kiriman sampah ke TPA Mandung mencapai 80 ton per hari terdiri dari plastik dan organik.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 17 ton sampah organik akan bisa dikelola.

Caranya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan akan membangun pabrik pengolah sampah organik (kompos) untuk mengurangi tumpukan sampah tersebut.

Saat ini Pemkab Tabanan sedang menjajaki proses kerja sama dengan pemerintah Jepang untuk bantuan alat pengolahannya.

Rencananya pabrik pegolahan sampah organik akan dibangun di atas lahan seluas 25 are milik pemkab yang terletak di Desa Buwit, Kecamatan Kediri. 

“Kami sudah bertemu dengan perwakilan pemerintah Jepang membicarakan kerja sama ini. Pembangunan pabrik pengolahan sampah organik sifatnya kerja sama dengan pemerintah Jepang. Pemerintah Tabanan diberikan hibah berupa mesin pengolah sampah organik dan kami menyiapkan lahan dan bangunannya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia, belum lama ini.

Baca: Lahan Pertanian Produktif Sisa 2.170 Ha, Perumahan Banyak Gusur Area Pertanian

Baca: KRI Alugoro 405 Resmi Diluncurkan, Menhan Ungkap Kecanggihan Teknologi & Keunggulannya Ini

Ia menyebutkan, sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sementara, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sekitar Rp 2,5 miliar.

Subagia mengaku sudah melakukan kajian terkait pembangunan pabrik pengolah sampah organik (kompos).

Termasuk juga sudah melakukan sosialisasi dengan pemerintah desa setempat serta pemangku kepentingan yang ada.

Hanya saja, untuk mulai proses pembangunannya masih belum ada kepastian sebab masih menunggu kerja sama dengan pemerintah Jepang.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved