Danau Batur Meluap Sejak Bulan Februari, Lahan Pertanian Warga Tergenang Air Danau

Terhitung sejak Februari lalu luapan air danau kembali menenggelamkan lahan pertanian warga. Lahan dengan total luas 14 hektare seluruhnya tenggelam

Danau Batur Meluap Sejak Bulan Februari, Lahan Pertanian Warga Tergenang Air Danau
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kondisi lahan pertanian warga di Desa Buahan, Kintamani, Bangli yang tergenang luapan air Danau Batur, Jumat (19/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Wilayah pertanian di Kintamani khususnya sekitaran Danau Batur tidak lagi produktif menghasilkan bawang. Ini terjadi sebagai dampak kembali meluapnya air Danau Batur.

Perbekel Desa Buahan, I Wayan Suardi mengatakan, warga desanya terpaksa beralih pekerjaan menjadi nelayan di Danau Batur.

Terhitung sejak Februari lalu luapan air danau kembali menenggelamkan lahan pertanian warga. Lahan dengan total luas 14 hektare seluruhnya tenggelam dengan ketinggian air mencapai satu meter sepanjang 100 meter dari bibir danau.

“Memang ada yang tetap menjadi petani, khususnya mereka yang punya lahan pribadi dekat dengan hutan. Namun lebih banyak warga yang beralih pekerjaan menjadi nelayan,” ungkapnya, Kamis (18/4/2019).

Suardi mengatakan, luapan air danau batur ini memang terjadi setiap tahun.

Sebuah mobil pikap melintas di jalan yang tergenang luapan air Danau Batur, tepatnya di depan Pura Danu Kuning, Desa Pakraman Buahan, Kintamani, Jumat (19/4/2019)
Sebuah mobil pikap melintas di jalan yang tergenang luapan air Danau Batur, tepatnya di depan Pura Danu Kuning, Desa Pakraman Buahan, Kintamani, Jumat (19/4/2019) (Tribun Bali/Fredey Mercury)

Luapan air danau biasanya terjadi ketika memasuki musim penghujan, yang mana pada bulan Desember sudah diketahui gejala kenaikan air danau.

Beberapa warga pun diakuinya juga sudah mulai mengosongkan lahan pertanian dan kembali memanfaatkan lahan pertaniannya saat memasuki bulan Juli-Agustus.

Namun sejak lima tahun terakhir luapan air danau diakui Suardi makin parah akibat pendangkalan di dasar danau.

Kondisi ini diakui sangat merugikan terlebih harga bawang saat ini tergolong bagus.

Sedangkan di masa normal, produksi bawang dalam sekali panen dari petani di wilayah Desa Buahan bisa mencapai 13 ton.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved