Lima Desa di Nusa Penida Belum Setor Usulan Bedah dan Rehab Rumah

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menerima ribuan usulan bedah rumah dari 4 Kecamatan di Klungkung

Lima Desa di Nusa Penida Belum Setor Usulan Bedah dan Rehab Rumah
kompas.com
Ilustrasi bedah dan rehab rumah. Lima Desa di Nusa Penida Belum Setor Usulan Bedah dan Rehab Rumah 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menerima ribuan usulan bedah rumah dari 4 kecamatan di Klungkung.

Namun hingga pertengahan April 2019 ini, ada beberapa desa yang belum mengumpulkan data.

Padahal Pemkab sudah mewanti-wanit desa untuk menyetor usulan bedah dan rehab rumah sejak awal tahun 2019.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung Wayan Wirata mengungkapkan, hingga 11 April 2019 lalu, usulan bedah rumah yang masuk mencapai 1.357 unit dan rehab rumah mencapai 3.051 unit.

Baca: 64 SSB Se-Bali Ikuti Turnamen Mitra Devata Cup I

Baca: Enam Desa di Buleleng Ajukan Pengelolaan Hutan Desa

Jumlah tersebut akan terus meningkat karena masih ada lima desa di Kecamatan Nusa Penida yang belum mengumpulkan data usulan bedah dan rehab rumah.

"Sudah berkali-kali diingatkan, batas akhir pengumpulan data hingga akhir Maret. Kami terus menghubungi perangkat di 5 desa itu, agar segera bisa mengumpulkan data usulan rehab dan bedah rumah, karena ini harus segera diverifikasi," ujar Wirata.

Menurutnya, alasan kepala desa belum menyetorkan data karena masih menunggu pendataan dari kepala dusun setempat.

Terlebih kegiatan di desa cukup padat.

Sementara Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, sebelumnya sempat mewanti-wanti tidak akan menerima usulan bedah dan rehab rumah desa-desa yang terlambat mengumpulkan data hingga minggu pertama bulan April 2019.

Baca: Daftar Ucapan Selamat Hari Jumat Agung Atau Good Friday Dalam Bahasa Indonesia Dan Inggris

Baca: Danau Batur Meluap Sejak Bulan Februari, 14 Ha Lahan Pertanian Tenggelam

Namun ia melunak dan memberikan perpanjangan waktu pengumpulan hingga akhir April 2019 ini.

“Saya berikan perpanjangan waktu. Dan saya harap bisa segera dikumpulkan data semuanya,” ungkap Suwirta

Meskipun data usulan bedah/rehab rumah sudah masuk ribuan, namun tidak semuanya akan direalisasikan.

Suwirta minta dinas terkait untuk melakukan verifikasi, sehingga yang mendapatkan bantuan nantinya adalah warga yang benar-benar membutuhkan.

Anggaran untuk tuntaskan masalah bedah dan rehab rumah ini sekitar Rp 20 miliar. Saya sudah tugaskan Pak Sekda dan tim anggaran agar di tahun 2020 bisa dianggarkan dan selesai itu semua,” terangnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved