Serba Serbi

Ratusan Pemedek Lahir Tumpek Wayang Ikuti Bayuh Sapuh Leger Massal di Pasraman Agung Indraprasta

Pebayuhan sapuh leger ini digelar khusus bagi mereka yang lahir di hari 'keramat' yakni selama wuku wayang

Ratusan Pemedek Lahir Tumpek Wayang Ikuti Bayuh Sapuh Leger Massal di Pasraman Agung Indraprasta
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Bertepatan dengan hari Tumpek Wayang, ratusan pemedek mengikuti ritual Pebayuhan Sapuh Leger massal di Pesraman Agung Indra Prasta Banjar Pejengaji, Tegallalang, Gianyar, Sabtu (20/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bertepatan dengan hari Tumpek Wayang, ratusan pemedek mengikuti ritual Pebayuhan Sapuh Leger massal di Pesraman Agung Indra Prasta Banjar Pejengaji, Tegallalang, Gianyar, Sabtu (20/4/2019).

Pebayuhan sapuh leger ini digelar khusus bagi mereka yang lahir di hari 'keramat' yakni selama wuku wayang.

"Upacara sapuh leger ini digelar secara massal dan gratis serta terbuka untuk umum," kata Ketua Panitia, Jro Wayan Sumardika di sela-sela acara tersebut.

Selain mereka yang lahir di wuku wayang dan tumpek wayang, pemedek yang lahir pada hari tertentu juga mengikuti pebayuhan massal ini.

Di antaranya mereka yang lahir melik, salah wedi, telaga apit pancoran, pancoran apit telaga, panca pendawa, sanan empeg, ontang-anting, dan kembar buncing.

"Dan semua kelahiran juga bisa mengikuti upacara ini karena setiap kelahiran pasti ada unsur baik dan buruknya," kata Jro Sumardika kepada Tribun Bali.

Menurut Jro Sumardika, orang Bali meyakini bahwa seseorang yang lahir bertepatan pada wuku Wayang dianggap sebagai hari-hari yang keramat.

Baca: Agar Anak Memiliki Karakter yang Baik, 10 Hal Ini Harus Diajarkan Sejak Dini

Baca: Pengalaman 2018 Lalu UNBK Molor hingga 3 Jam, Kini SMPN 3 Denpasar Siapkan 140 Komputer

Warga Bali juga meyakini bahwa yang dilahirkan pada hari tersebut patutlah diupacarai lukatan (ruwatan) besar yang disebut Sapuh Leger.

Bagi anak yang diupacarai lahir bertepatan dengan waktu itu dimaksudkan supaya ia terhindar dari gangguan (buruan) Dewa Kala.

Rangkaian ritual sapuh leger ini diawali dengan mebiukaon.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved