Gunung Agung Terkini

VONA Berubah Merah Pasca Erupsi Gunung Agung, Begini Kondisi Terkini di Bandara Ngurah Rai

VONA Berubah Merah Pasca Erupsi Gunung Agung, Begini Kondisi Terkini di Bandara Ngurah Rai

VONA Berubah Merah Pasca Erupsi Gunung Agung, Begini Kondisi Terkini di Bandara Ngurah Rai
Istimewa
Bandara Ngurah Rai 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Gunung Agung kembali mengalami erupsi kedua kali di hari Minggu (21/4/2019) sekira pukul 18.56 WITA dengan ketinggian kolom abu teramati capai 3.000 meter.

Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus memonitor perkembangan terkini mengenai sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung hingga saat ini.

Hal ini karena status Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) dari orange berubah menjadi red yang artinya membahayakan bagi penerbangan dan perlu mewaspadainya.

Baca: Erupsi Gunung Agung, Perbekel Sebudi: Dari Jarak 6 Kilometer Terlihat Lontaran Api Besar-besar

Baca: Sang Mantan Bongkar Rahasia Jelang Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella, Si Cantik Tak Terima?

“Status VONA RED, update terakhir tadi pukul 19.06 WITA. Tetapi beberapa periode dilakukan paper test dan hasil pengamatan LIDAR BMKG masih NIL VA atau belum ditemukan adanya abu vulkanik di area Bandara. Penerbangan masih normal hingga saat ini,” ungkap Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim kepada tribunbali.com.

Arie menambahkan berdasarkan citra satelit Himawari 8 hingga pukul 21.00 WITA, sebaran abu vulkanik bergerak ke arah tenggara-barat daya.

Berdasarkan pantauan lidar tidak terdeteksi sebaran abu vulkanik di sekitar ruang udara Bandara Ngurah Rai (jarak jauh dari batas maksimal scanning lidar).

Baca: BREAKING NEWS: Gunung Agung Meletus dengan Dentuman Keras, Lontaran Abu ke Segala Arah, Ada Api

Baca: KABAR TERBARU: Sandiaga Uno Wajib Istirahat Total, Kursi Wagub DKI Melayang

Serta berdasarkan data observasi Stasiun Meteorologi Kelas 1 Ngurah Rai Denpasar tidak teramati adanya abu vulkanik tipis.

Selain itu dari pengamatan VAAC Darwin, ketinggian erupsi mencapai 18000ft bergerak ke arah Barat Daya dengan kecepatan 10 knot.

Namun begitu pihaknya terus memantau perkembangan setiap jam nya baik secara langsung melalui paper test maupun hasil Citra Satelit Cuaca Himawari BMKG, LIDAR dan VAAC Darwin.

Baca: TERUNGKAP, Ini Penyebab Utama Kebakaran di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai, Kerugian Rp 4 M

Baca: Untuk Layani Hubungan Intimnya, Kim Jong Un Rekrut 2.000 Perawan, Beli Pakaian Dalam Wanita Rp 51 M

Disaster Management Plan sesuai SOP juga telah disiapkan oleh Manajamen jika kondisi sewaktu-waktu berubah.

Arie pun menghimbau agar para penumpang jangan panik atau terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai penerbangan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved