Sebagian Counter Check In Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai Masih Belum Beroperasi

Sebagian Counter Check In Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai Masih Belum Beroperasi

Sebagian Counter Check In Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai Masih Belum Beroperasi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana depan pintu masuk Terminal Keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai pasca insiden kebakaran Jumat 19 April 2019 kemarin. 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Sebanyak 40 counter check in di terminal keberangkatan domestik atau counter check in 23 sampai 62 yang ditargetkan dapat beroperasi hari ini, masih belum dapat dioperasikan.

“Masih belum dapat dioperasikan hari ini. Sedang proses instalasi sekarang dan diuji cobakan sementara,” jelas Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Senin (22/4/2019).

Arie menambahkan jika dipaksakan dioperasikan hari ini takutnya kurang optimal dan terjadi penumpukan penumpang di counter check in 23 sampai 62.

Menghindari hal tersebut serta ketidaknyamanan penumpang karena mengantri terlalu lama di counter check in, pihaknya memutuskan untuk tidak memaksakan mengoperasikan 40 counter check in tersebut.

“Semoga besok sudah dapat dioperasikan normal kembali agar counter check in maskapai AirAsia dan Lion Air Group yang masih menggunakan Island E di terminal keberangkatan internasional bisa kembali ke terminal keberangkatan domestik,” ungkap Arie.

Saat ini proses recovery di area terminal keberangkatan domestik yang terdampak insiden kebakaran beberapa hari lalu pun terus dikerjakan.

Seperti diberitakan sebelumnya insiden kebakaran terjadi pada hari Jumat 19 April 2019 kemarin di terminal keberangkatan domestik area ATM Center di dalam terminal.

Kejadian terjadi sekira pukul 16.50 WITA sore dan api dapat dikuasai petugas pemadam kebakaran sekira pukul 17.20 WITA.

Akibat insiden tersebut operasional terminal keberangkatan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat lumpuh karena asap kebakaran masih mengepul disana.

Dan Minggu 21 April 2019 kemarin Kapolresta Denpasar pun menyampaikan hasil labfor mengenai penyebab kebakaran tersebut.

“Jadi penyebab api kebakaran adalah hubungan singkat listrik atau short circuit pada Terminal MCB fase M. Itu hasil dari pemeriksaan Labfor forensik Mabes Polri cabang Denpasar,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Sementara itu Ka Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar Kombes Pol Nyoman Sukena menyampaikan hasil analisa tim kami maka dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya api pertama dalam kebakaran Ini adalah adanya hubungan singkat listrik atau yang kita sering sebut dengan short circuit.

Mengenai total kerugian yang dialami akibat insiden tersebut, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali, Haruman Sulaksono menyampaikan kerugian mencapai Rp 4 miliar.

“Perkiraan angka berkisar Rp 4 miliar kurang lebih. Dan kami sudah siapkan anggaran untuk melakukan recovery perbaikan agar fungsi terminal domestik ini bisa berjalan seperti semula,” ungkap Haruman.

Dimana kerugian tersebut mulai dari instalasi listrik, plafon yang jebol terbakar, 4 unit mesin x-ray yang masih belum dilakukan pengecekan, access point WiFi dan lain-lain.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved