Airnya Kian Menyusut dan Keruh, Taman Gili Kertha Gosa Terkesan Tak Terawat

Meskipun kunjungan wisatawan di Kertha Gosa cukup ramai, sore itu air di Taman Gili terlihat keruh dan terkesan tak terawat

Airnya Kian Menyusut dan Keruh, Taman Gili Kertha Gosa Terkesan Tak Terawat
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Wisatawan saat melintas di Taman Gili objek wisata Kertha Gosa, Senin (22/4/2019). Air di Taman Gili tampak keruh. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Objek wisata Kertha Gosa di Kota Semarapura tampak ramai dikunjungi wisatwan, Senin (22/4/2019).

Perhatian pengunjung saat itu tidak hanya tertuju pada Balai Kambang, tapi  juga pada kondisi air di Taman Gili. Sore itu air di Taman Gili terlihat keruh dan terkesan tak terawat.

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta menjelaskan, pihaknya tidak dapat menguras air di Taman Gili karena tidak ada saluran pembuangnnya.

Pengurasan air Taman Gili hanya bisa dilakukan dengan cara menyedot air dari dalam kolam, hanya saja hal itu tidak  kunjung dapat dilakukan karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Semenjak saya menjadi Kepala Dinas Pariwisata, belum pernah dilakukan pengurasan air di Taman Gili itu. Karena air itu tidak ada saluran pembuangannya, hanya bisa disedot," ujar Nengah Sukasta.

Selain kondisi air yang keruh, air mancur yang biasa menghiasai Kertha Gosa juga tampak sudah tidak diaktifkan.

Kata Sukasta, air mancur itu tidak diaktifkan untuk menekan terjadinya penguapan air kolam yang kini volumenya terus berkurang. Terlebih saat ini mulai memasuki musim kemarau.

“Selama ini air di Taman Gili berasal dari air hujan karena Selama ini air PDAM tidak mampu berdampak signifikan terhadap peningkatan volume air di Taman Gili. Kalau air mancur kami hidupkan, itu mempercepat penguapan air kolam, yang kini terus berkurang karena musim kemarau," jelas Sukasta.

Selain itu, kondisi air yang kotor dan berlumpur kerap menyumbat air mancur ketika sering dihidupkan.

Dinas Pariwisata lebih memilih jarang menghidupkan air mancur padahal konsekuensinya mengurai keindahan objek wisata Kertha Gosa.

“Selain volume air yang sedikit, mesin air mancur ini kerap tersumbat olah daun, ikan, dan lumpur. Untuk itu air mancur kami hanya hidupkan di waktu-waktu tertentu, seperti misalnya saat malam hari,” jelas Sukasta.

Ia memiliki rencana untuk melakukan penataan terhadap Taman Gili. Penataan difokuskan pada pembuatan saluran pembuangan air di Taman Gili sehingga memudahkan dalam membersihkannya.

Hanya saja hal itu belum dapat terealisasi karena keterbatasan anggaran. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved