Diduga Mengantuk, Mobil yang Dikemudikan Darmawan Oleng dan Terperosok ke Parit

Sebuah mobil berwarna hitam mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan jurusan Denpasar-Singaraja Banjar Abianluan, Desa/Kecamatan Baturiti

Diduga Mengantuk, Mobil yang Dikemudikan Darmawan Oleng dan Terperosok ke Parit
Polsek Baturiti
kondisi mobil berwarna hitam usai mengalami kecelakaan terperosok ke parit di Jalan jurusan Denpasar-Singaraja Banjar Abianluan, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah mobil berwarna hitam mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan jurusan Denpasar-Singaraja Banjar Abianluan, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (23/4/2019).

Mobil yang dikendarai oleh Putu Eka Darmawan (23) ini sempat terperosok ke parit dengan kedalaman sekitar dua meter.

Diduga, sopir mengantuk saat melintas di TKP sehingga tak bisa menguasai kendaraannya dengan baik hingga oleng ke arah kanan dan terjatuh ke parit.

Beruntungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya kerugian material senilai Rp 3 Juta karena mobil mengalami kerusakan (penyok) pada bagian depan kanan.

Kapolsek Baturiti, Kompol I Nengah Sudiarta menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wita.

Saat itu, pengendara melaju dari arah utara (Singaraja) menuju Denpasar (arah selatan).

Baca: Sidak Penjualan Daging Anjing di Denpasar, Ini Yang Ditemukan oleh Tim Gabungan

Baca: Suwirta Temui Jokowi, Eks Galian C Disetujui Jadi Lokasi Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Setibanya di TKP yang merupakan jalan turunan, kata dia, mobil yang dikemudikan oleh pria yang beralamat di Banjar Tukad Juwuk, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng ini diduga melaju dengan kecepatan tinggi kemudian oleng ke arah kanan hingga melewati marka jalan dan selanjutnya jatuh ke parit yang berada di sebelah barat jalan.

"Menurut keterangan pengemudi, ia mengantuk saat peristiwa tersebut. Untungnya tidak ada korban jiwa hanya kerugian material saja karena mobilnya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan," ungkap Kompol Sudiarta, Selasa (23/4/2019).

Baca: Penerapan Parkir Progresif di Pasar Badung Terancam Batal, Pedagang : Ini Bukan Mal

Dia mengimbau, untuk masyarakat lainnya yang sedang berkendara dalam keadaan mengantuk atau kelelahan agar tidak melanjutkan perjalannya.

Sebab, kerap kali karena pengemudinya mengantuk terjadi kecelakaan sehingga bisa saja menyebabkan kecelakaan tunggal atau melibatkan orang lain.

"Kami harapkan agar pengemudi yang berkendara saat mengantuk sebaiknya beristirahat sejenak, artinya tidak dipaksakan untuk melanjutkan perjalanan karena bisa menyebabkan kecelakaan yang membahayakan pengemudi itu sendiri dan juga orang lain," imbaunya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved