BPJS Kesehatan Klungkung

Kisah Made Kartu yang Sembuh dari Sakit Jantungnya Berkat Kartu JKN-KIS

I Made Kartu (61) mempercayakan Rp 80.000 kepada BPJS Kesehatan setiap bulannya untuk tetap menjaga nyawa dari kartu JKN-KISnya

Kisah Made Kartu yang Sembuh dari Sakit Jantungnya Berkat Kartu JKN-KIS
BPJS Kesehatan
I Made Kartu (61), salah satu peserta BPJS Kesehatan yang rutin membayar iuran untuk kartu JKN-KISnya. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Made Kartu (61) mempercayakan Rp 80.000 kepada BPJS Kesehatan setiap bulannya untuk tetap menjaga nyawa dari kartu JKN-KISnya.

Besarnya manfaat yang dia dapat dari program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membuat kartu JKN-KIS yang ia miliki bagaikan pahlawan dalam hidupnya.

Meskipun sempat menunggak hingga Rp 1 juta, namun dirinya mengaku saat itu teledor dan tidak paham akan pentingnya kartu JKN-KIS tersebut.

“Saya merasa bersalah terlambat membayar iuran karena saya tidak paham dampak jika tidak membayar iuran secara rutin. Ketika saya sakit baru paham bahwa JKN-KIS ini benar-benar memiliki manfaat yang luar biasa dan menjadi pahlawan yang menyelamatkan hidup saya,” ungkap Kartu.

Penyakit jantung yang menyadarkannya tentang pentingnya program ini datang secara tiba-tiba. Dengan keluhan sesak nafas yang sempat ia rasakan, membuat dirinya harus dirawat inap di salah satu rumah sakit pemerintah di Kabupaten Gianyar.

Meskipun dikenakan denda pelayanan, namun dirinya merasakan manfaat yang luar biasa dari program JKN-KIS. Biaya pengobatan sakit jantung yang ia derita seluruhnya dijamin oleh JKN-KIS.

Bahkan pengobatan rutin setiap bulannya yang harus ia jalani hingga keadaannya membaik juga dijamin oleh JKN-KIS. Besarnya manfaat yang dia rasakan tersebut membuat dirinya merasa bersyukur memiliki kartu KIS.

Ia pun merasakan kondisinya saat ini mulai membaik dan berangsur-angsur sehat meskipun masih memerlukan pengobatan secara rutin.

Baginya, selama kartu JKN-KIS masih bersamanya, maka ia tetap merasa nyaman.

“JKN-KIS memberikan saya kenyamanan dan motivasi untuk kembali sehat karena saya ingin menghargai program ini yang telah luar biasa memberikan manfaat kepada pesertanya seperti saya, dari pengalaman yang saya rasakan ini maka sangat penting mengetahui secara seksama tentang prosedur-prosedur JKN-KIS ini,” cerita Kartu.

Pengalaman tersebut semakin memantapkan dirinya mengajak sesama peserta JKN-KIS untuk rutin membayar iuran. Sebab, sakit yang ia alami secara tiba-tiba dapat terjadi kepada siapa saja.

Meskipun tidak ada denda atas keterlambatan iuran, namun terdapat denda pelayanan apabila rentang waktu 45 hari dari pembayaran peserta mengalami sakit dan harus menjalani rawat inap.

“Cukup saya saja yang merasakan malu karena saat sakit baru mengandalkan JKN-KIS, sementara saat sehat tidak peduli akan program ini, jika memang telah sesuai prosedur maka harusnya tidak ada biaya sama sekali yang kita keluarkan, seperti halnya perawatan setiap bulan yang saya alami. Intinya rutin bayar iuran dan ikuti prosedur,” tutupnya.

Biaya rutin perawatan Kartu setiap bulannya mencapai lima ratus ribu rupiah; dan biaya tersebut telah dtianggung oleh JKN-KIS.

Biaya tersebut dijamin dari awal dia sakit, menjalani rawat inap hingga sekarang dan sampai sembuh. (*) 

Editor: Widyartha Suryawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved