Lomba Rekontruksi Gerabah, Balai Arkeologi Bali ajak Siswa Belajar Jadi Arkeolog

Selain lomba, Balai Arkeologi Bali juga mengajak para siswa belajar tentang pekerjaan seorang arkeolog ketika menemukan penemuan.

Lomba Rekontruksi Gerabah, Balai Arkeologi Bali ajak Siswa Belajar Jadi Arkeolog
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Dua orang siswa tengah merekontruksi gerabah dalam lomba rekontruksi gerabah serangkaian Gempita Hardiknas 2019 di LMPM Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Arkeologi Bali gelar lomba rekontruksi gerabah serangkaian Gempita Hardiknas 2019 di LMPM Bali, Jalan Letda Tantular, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).

Kepala Balai Arkeologi Bali Wilayah Kerja Bali NTB NTT, I Gusti Made Suarbhawa menuturkan gerabah dijadikan objek lomba karena menjadi penciri perkembangan teknologi manusia di masa lalu.

"Kenapa dipilih gerabah karena gerabah adalah salah satu produk yang mencerminkan perkembangan teknologi manusia di awal mengenal wadah. Dan gerabah digunakan dari zaman pra sejarah hingga kini juga masih digunakan," ujarnya saat ditemui Tribun Bali.

Lomba rekontruksi gerabah bertujuan untuk mengajarkan siswa mengenal dan mencintai salah satu warisan budaya.

Selain itu, mengajarkan siswa tentang ketelitian, kerja sama tim, dan cara mengelola emosi.

Baca: Perhitungan Suara Sementara Pilpres 2019 Sesuai Hasil Real Count KPU, Selasa 23 April 2019

Baca: Helikopter Sempat Mendarat di Areal Persawahan Jatiluwih, Pengelola Bantah Keberadaan Helipad

"Ini gerabah yang utuh dipecah oleh mereka sendiri. Kemudian direkontruksi lagi oleh mereka juga. Jumlah pecahan juga dibatasi, paling tidak sebanyak 10 pecahan," tambahnya.

Sebanyak 44 siswa SMP yang terbagi menjadi 22 tim mengikuti lomba rekontruksi gerabah ini.

Selain lomba, Balai Arkeologi Bali juga mengajak para siswa belajar tentang pekerjaan seorang arkeolog ketika menemukan penemuan.

Baca: Airnya Kian Menyusut dan Keruh, Taman Gili Kertha Gosa Terkesan Tak Terawat

"Ini juga salah satunya mengajak siswa belajar tentang pekerjaan seorang arkeolog. Mencermati sebuah gerabah menjadi historis suatu daerah dan mengetahui perkembangan persebaran suatu gerabah," ucapnya.

Adapun penilaian dalam lomba ini terdiri dari kerumitan, kerapian, ketepatan. 

Peserta lomba yang menjadi juara 1, 2 dan 3 diberikan piala, piagam, dan uang pembinaan. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved