Penerapan Parkir Progresif di Pasar Badung Terancam Batal, Pedagang : Ini Bukan Mal

Apalagi Pasar Tradisional merupakan pasar tradisional yang kebanyakan pengunjungnya dengan ekonomi menengah ke bawah.

Penerapan Parkir Progresif di Pasar Badung Terancam Batal, Pedagang : Ini Bukan Mal
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dokumentasi - Petugas saat memperbaiki kerusakan sistem e-parkir di Pasar Badung yang mengalami kendala 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sejak Rabu (27/3/2019) kemarin Pasar Badung yang terletak di Jalan Gajah Mada, Denpasar telah menerapkan e-parkir atau parkir elektronik.

Bahkan menurut rencana di Pasar Badung juga akan menerapkan parkir progresif untuk menghindari adanya kendaraan yang parkir menginap.

Akan tetapi, parkir progresif di Pasar Badung terancam batal.

Dirut PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan hal itu dikarenakan adanya masukan dari pedagang maupun masyarakat.

"Setelah kami lihat situasi di lapangan dan masukan dari masyarakat untuk parkir progresif belum bisa diterapkan," kata Kompyang saat ditemui Selasa (23/4/2019) di ruangannya.

Apalagi Pasar Tradisional merupakan pasar tradisional yang kebanyakan pengunjungnya dengan ekonomi menengah ke bawah.

"Pedagang juga ada yang bilang ini bukan mal," imbuhnya.

Oleh karena parkir di Pasar Badung masih ditetapkan dengan sistem flat yakni Rp 1000 untuk sepeda motor dan Rp 2000 untuk mobil.

Kompyang pun menambahkan jika parkir progresif ini diterapkan otomatis akan memberatkan pedagang dikarenakan mereka juga bayar parkir.

"Pasti pedagang akan mengeluh kalau parkir progresif ini diterapkan. Karena mereka yang masuk bawa kendaraan otomatis kena biaya parkir," katanya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved