Petugas KPK Datangi Kantor Gubernur Bali, Ini yang Dilakukan

Kita akan kunjungi seluruh kabupaten dan kota, sasarannya adalah pelajar, aparatur negara hingga dunia usaha.

Petugas KPK Datangi Kantor Gubernur Bali, Ini yang Dilakukan
Istimewa/Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Pendidikan Anti Korupsi Provinsi Bali di ruang tamu kantor Gubernur Bali, di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019). 

Petugas KPK Datangi Kantor Gubernur Bali, Ini yang Dilakukan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster ingin membangun budaya anti korupsi hingga ke tatanan yang paling dasar.

“Untuk itu pendidikan anti korupsi mulai dari sekolah sangat penting, karena ini soal membangun sikap dan karakter, masalah mental,” kata Gubernur dalam audensinya dengan perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Pendidikan Anti Korupsi Provinsi Bali di ruang tamu kantor Gubernur Bali, di kawasan Renon, Denpasar, Bali, Selasa (23/4/2019).

Gubernur kelahiran Sembiran, Buleleng ini menyatakan dirinya sangat mengapresiasi adanya implementasi dan sosialisasi pendidikan anti korupsi yang dijadikan program prioritas KPK ke daerah-daerah.

“Apalagi kalau bisa diintegrasikan dengan pelajaran-pelajaran di sekolah serta kegiatan-kegiatan seperti muatan lokal maupun kegiatan ekstra kulikuler di luar jam pelajaran," kata Koster.

Koster juga mengaku akan segera membuat Pergub terkait hal tersebut dan akan segera diaplikasikan secara konkret di masyarakat.

“Di Bali saya kira juga harus berbasiskan budaya, yakni dengan memaksimalkan peran desa adat. Menyentuh kearifan lokal kita di Bali. Saya pikir banyak local genius di Bali yang bisa kita angkat. Jadikan wantilan-wantilan di desa sebagai wahana pendidikan nonformal kita. akan segera disusun pergubnya,” kata Koster.

Masih terkait sosialisasi pendidikan anti korupsi, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga menyatakan akan membuat seremonial yang bisa memicu anak-anak muda, para pelajar di Bali untuk lebih aware pada pendidikan dan isu anti korupsi.

“Kita rancang acara yang dekat dengan anak muda sekarang. vlog, meme. media sosial, cerpen, puisi dan lainnya, lebih ceopat merasuk ke anak muda kita, sesuai dengan semangat mereka,” katanya.

Kepala Satuan Tugas Politik Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Guntur Kusmeiyano, mengatakan, pendidikan antikorupsi sudah menjadi kesepakatan 4 menteri dan ketua KPK serta jajaran eselon 1 kementerian.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved